Call for proposal : Emerging challenges and solutions on faculty development in Asia and Pacific Region

Dear all members

We are AAAH Secretariat who manages Asia-Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) which is a regional partnership mechanism established in response to the international recognition of the need for global and regional action strengthen country health workforce planning and action.

On this occasion we are pleased to announce the “Call for proposal” to any persons who are interested to submit for the AAAH intersession. Proposal must be submitted electronically (online) by the closing date to secretariat. Accordingly, all submissions must be written in English only and proposals are not more than 10,000 words. Applicants must submit their proposals by Tuesday 31st March 2015, 23.59 hours (Bangkok time).

Should you have any inquiries regarding the Call for proposal, please contact the AAAH Secretariat at secretariat.

Last but not least, our sincere gratitude here for your passing this forward to those who may be interested in our AAAH intersession in your networking.

Kind Regards,

Parinda
On behalf of AAAH Secretariat

Bappenas Call for Paper 2015

Pada tahun 2013, Bappenas dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menyelenggarakan Call for Paper yang dilanjutkan dengan Konferensi Kebijakan Pembangunan Nasional
dalam rangka memberikan masukan untuk penyusunan RPJMN 2015-2019. Atas dasar pengembangan perencanaan ke depan yang lebih baik, maka Bappenas dan beberapa perguruan tinggi berencana mengadakan Call for Paper untuk kedua kalinya, dan dilanjutkan dengan konferensi dengan tema besar “Implementing NawaCita: Strategies and Policiespada bulan Agustus 2015 mendatang. Berbeda dengan konferensi tahun 2013, untuk konferensi 2015 ini cakupan diperluas hingga tingkat internasional.

Indonesian_communityAcuan Call for Paper dan konferensi ini mengacu pada identifikasi Pemerintah Jokowi-JK atas beberapa permasalahan pembangunan yang belum terselesaikan hingga saat ini, yaitu (i) Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan keuntungannya sebagai negara maritim; dan memperbaiki manajemen kelautan untuk kepentingan rakyat; (ii) sebagai negara demokrasi membutuhkan penguatan kelembagaan melalui tata kelola pemerintahan baik; dan pemberantasan korupsi; (iii) kesenjangan pembangunan antar wilayah; kota dan perdesaan; (iv) rendahnya pemberdayaan untuk sektor sektor strategis pada perekonomian domestik. Solusi yang diusulkan untuk keempat aspek tersebut diterjemahkan dalam sembilan agenda prioritas, yang disebut dengan NawaCita. Meskipun arah kebijakan Nawacita sudah jelas, namun masih terlalu umum untuk menuju terbentuknya kebijakan pembangunan yang dapat langsung diimplementasikan.

Saat ini seluruh aparat pemerintah berusaha untuk menerjemahkan NawaCita agar dapat diimplementasikan dalam kebijakan dan program. Tentunya proses ini menghadapi tantangan yang kuat dikarenakan terbatasnya sumberdaya pemerintah, dan terdapatnya kebutuhan untuk mengalokasikan sumberdaya tersebut. Implementasi yang baik untuk terwujudnya kebijakan dan program tersebut membutuhkan efisiensi dan efektifitas biaya.

Efisiensi berarti kebijakan dan program yang dilaksanakan perlu memberi banyak manfaat positif bagi masyarakat. Efektifitas biaya mempunyai arti bahwa setiap target yang efektif harus sesuai dengan belanja minimum yang digunakan. Kedua hal tersebut merupakan tantangan besar bagi pemerintahan saat ini.

Sebagian besar masalah pembangunan yang diidentifikasi tersebut telah menjadi perhatian bagi pemerintahan sebelumnya (SBY). Namun, pemerintahan saat ini (Jokowi-JK) menempatkan hal tersebut merupakan prioritas yang mendesak untuk diselesaikan.

Karakteristik lain dalam pemerintahan Jokowi-JK adalah bagaimana prioritas pembangunan tersebut untuk diselesaikan. Melihat latar belakang Jokowi-JK dan juga anggota kabinetnya, terdapat sinyal yang jelas bahwa aksi nyata akan mendominasikonsep. Tidaklah mengherankan jika kabinet saat ini dinamakan Kabinet Kerja. Sehingga, kita dapat mengekspektasikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan kepada pemerintahan yang bersifat dapat diimplementasikan akan lebih mudah diterima dibandingkan rekomendasi yang bersifat konseptual.

Best Practices (praktek terbaik) merupakan ide sederhana yang sudah terbukti secara nyata dapat dikerjakan. Majelis Umum PBB, mendefinisikan Best Practices sebagai inisiatif yang dapat memberikan sumbangan yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Secara spesifik, Majelis Umum PBB mendefinisikan Best Practices dapat menjadi inisiatif yang sukses jika (i) mempunyai dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat (ii) menghasilkan kerjasama yang efektif antara masyarakat umum, swasta dan sipil (iii) secara sosial, ekonomi dan lingkungan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Best Practices tidak hanya akan berkontribusi besar dalam pembuatan kebijakan, namun juga akan bertambahnya rasa memiliki masyarakat dalam kebijakan dan program yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini tentunya akan dapat menciptakan dukungan masyarakat, dan juga dukungan politik yang dibutuhkan dalam konsteks sistem politik saat ini.

More info: http://call-for-papers.bappenas.go.id/

Now Open: 2015 NURSE Corps Scholarship Program

The 2015 NURSE Corps Scholarship Program application cycle is now open and will close on May 21, 2015 at 7:30p.m. Eastern Time (ET). Please refer to the 2015 Application and Program Guidance for all of the program requirements.

This Program assists students completing their nursing education by paying tuition, fees, other education costs, while providing a monthly living stipend. The program is open to full-time or part-time nursing students accepted or enrolled in diploma, associate, baccalaureate or graduate nursing programs at accredited schools located in the U.S. Upon graduation, scholarship program members fulfill a service commitment at an eligible NURSE Corps site.

The NURSE Corps Scholarship Program continues to be competitive and applicants are encouraged to begin the application process early as on average it takes approximately 3 weeks to complete the application.

Applicants are encouraged to participant in two application technical assistance conference calls with program staff. Prior to the calls, applicants are also encouraged to view the NURSE Corps Scholarship Technical Assistance Webinar with more information on the application process and service requirements.

The Technical Assistance conference calls are available on the following dates:

  • NURSE Corps Scholarship Application Technical Assistance Conference Call #1
    April 7, 2015 from 8:00 to 10:00 pm ET
    Dial-in Number: 1-800-779-8389
    Passcode: 8645774
  • NURSE Corps Scholarship Application Technical Assistance Conference Call #2
    May 16, 2015 from 1:00 to 3:00 pm ETDial-in Number: 1- 800-779-8389
    Passcode: 8645774

Also, to learn more, please view our member story featuring Kay Smullen, at Johns Hopkins Hospital in Baltimore, MD.

We look forward to receiving your completed application.

NURSE Corps

Caring-Learning-Sharing-Keperawatan-Perawat

%d bloggers like this: