PENGELOLAAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN

Pendidikan Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan perawat peofesional. Proses  pendidikan ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu   tahap akademik dan professional untuk dapat menyiapkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan ilmu dan tekhnologi keperawatan. Menggunakan metodologi keperawatan dan berlandaskan etika keperawatan. Kemampuan ini hanya dapat ditumbuhkan melalui proses pembelajaran yang komprehensif. Continue reading PENGELOLAAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN

COMPARATIVE STUDY OF BEHAVIOUR SOCIETY AND ENVIRONMENT CONDITION AT DENGUE HAEMORRHARGIC FEVER OCCURRENCE IN OUTBREAK AREA WITH THE NON OUTBREAK AREA IN SURABAYA

Dengue Haemorrhargic Fever is one of contagious diseases caused by Dengue virus. One of the failure to control Dengue Haemorrhargic Fever in the world are lack of knowledge, attitude and practice of society so that from year to year often emerge as outbreak. This Research aimed to know the different of behaviour society and environment condition at Dengue Haemorrhargic Fever occurrence.

Design used in this research was cross sectional study that was conducted in Kejawanputih and Keputih village. The population was housewife who life in that village. Randomized design was used to take the sample. Total sample was 100 respondents, taken according to inclusion criteria. The independent variables were knowledge, attitude and practice about Dengue Haemorhargic Fever. Dependent variables were outbreak and non outbreak area. Data were collected using structured questionnaire and observation. Data then analyzed using Chi-square with level of significance of 0,05.

            Result showed that there is a different of knowledge in outbreak and non outbreak area. Attitude, practice and environment condition didn’t show any significance different between outbreak and non outbreak area.

            The result of this study has enlightened the importance of behavioural and environment factors in Dengue Haemorrhargic Fever occurrence. Maintain a good environment and behaviour needs to eliminate this disease.

PENGARUH PIKIRAN TERHADAP SISTEM IMUN TUBUH MANUSIA

Kita cenderung menganggap kalau pikiran dan tubuh sebagai sesuatu yang terpisah, padahal mereka merupakan satu kesatuan: psikoneiroimunologis. Sistem imun merupakan pelindung kesehatan tubuh kita. Sedikit saja gangguan timbul, baik serangan penyakit dari luar (bakteri maupun virus), atau gangguan dari dalam tubuh kita seperti stres dan depresi akan dapat menimbulkan penyakit. hampir semua jenis penyakit dari reaksi alergi hingga penyakit degeneratif, dan dari penyakit infeksi hinga kanker.

Dengan memahami seluk beluk  sitem daya pertahanan tubuh yang terdiri atas berbagai aspek biokimiawi dan berbagai macam sel darah putih, serta hubungan antara otak, daya pikir, perasaan dan sistem imun maka kita seyogyanya tidak hanya bertindak saat penyakit telah timbul, tetapi jauh sebelum itu. Sebagai petugas kesehatan, khususnya sebagai  perawat kita harus membantu setiap orang agar mampu hidup sehat dengan benar, berfikir benar dengan cara hidup gembira, tidak stress, bahkan penuh cinta terhadap setiap orang dan setiap keadaan.

Dengan cara berfikir positif, hidup penuh semangat jauh dari tekanan batin, depresi dan lain sebagainya pasti sel tubuh akan menjadi sehat, termasuk sistem imun tubuh karena zat biokimiawi yang dilepas otak itu mengandung unsur yang membangkitkan kekuatan bagi sel tersebut, seperti misalnya endorfin.

Tjokronegoro, A. (1999) Majalah Kedokteran Indonesia, Volume 49. No 5.Yayasan Penerbit IDI.Jakarta.