Proteksi Anda dan Keluarga dengan Proteksi dan Investasi
Powered by MaxBlogPress 

Archive for March, 2008

UICC International Oncology Nursing Fellowships (IONF)

Purpose: To provide an opportunity for qualified nurses to augment their professional knowledge and experience through a short-term observation at a renowned comprehensive cancer center in Australia, North America, the United Kingdom, India, Singapore, France, or Spain.
Eligibility: English, French, or Spanish speaking registered nurses from developing or Eastern European countries who are actively engaged in the management of cancer patients in their home institutes, as well as established oncology nurses from any country.
Financial Provisions: Average value is US$2,800.
Duration: One month, extendable by two months at no additional cost to UICC.
Deadline: November 1.
Notification: February.

Be the first to comment - What do you think?  Posted by indonesian nurse - March 28, 2008 at 7:39 am

Categories: English   Tags:

NURSING RESEARCH FELLOWSHIP

Personnel Support Program

——————————————————————————–
The Heart and Stroke Foundation supports the development of researchers across the research career spectrum from doctoral students to career investigators.
Personnel awards are funded nationally through the Heart and Stroke Foundation of Canada.

Senior Personnel Awards

New Investigator
Visiting Scientist
Career Investigator

Junior Personnel Awards

Doctoral Research Award
Research Fellowship
Nursing Research Fellowship

Senior Personnel Awards
New Investigator
The New Investigator award is a salary award to support new investigators who have demonstrated excellence in their pre and post doctoral training and wish to establish their own research laboratory.

New Investigator awards are tenable in Canada only.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due annually on September 1st to become tenable July 1st of the following year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Each year two new investigators are awarded the prestigious HSFC awards: The McDonald Scholarship and the Henry J.M. Barnett Scholarship.

Guidelines for New Investigator award >>>

Visiting Scientist
The Visiting Scientist award is a salary/travel award to support established investigators whose visit to another institution, in Canada or abroad, will enable sharing of research expertise.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due anually on December 15th to become tenable usually on July 1st of the following year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Guidelines for Visiting Scientist award >>>

Career Investigator (Ontario Applicants Only)
The Career Investigator award of HSFO is to support established independent researchers who wish to make research their full-time career.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due annually on September 1st to become tenable July 1st of the following year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Guidelines for Career Investigator award >>>

Junior Personnel Awards
Doctoral Research Award
Doctoral Research Awards are available to highly qualified graduate students enrolled in a PhD program who are undertaking full-time research training in the cardiovascular or cerebrovascular fields.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due annually on November 1st to be tenable July 1st of the following year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Guidelines for Doctoral Research Award >>>

Research Fellowship
A Research Fellowship is an “in-training” award to support young investigators with a professional degree (PhD, MD, BM, DVM or equivalent) in initiating and/or continuing in the scientific method and chosen area of the cardiovascular or cerebrovascular fields.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due annually on November 1st to be tenable July 1st of the following year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Guidelines for Research Fellowship award >>>

Please note the following additional opportunities:
The 4th ICPC/HSFC/CCS Fellowship in Preventive Cardiology

Nursing Research Fellowship
The Nursing Research Fellowship is an “in-training” award to support nurses intending to undertake independent research programs.

Applications to the Heart and Stroke Foundation of Canada are due annually on March 15 to become tenable July 1st of that year.

Applications must be received by 4:00pm on the deadline date. If the deadline falls on a weekend, the application must be received by the Heart and Stroke Foundation of Canada by 4:00pm the previous Friday.
Guidelines for Nursing Research Fellowship award >>>

Be the first to comment - What do you think?  Posted by indonesian nurse - at 7:36 am

Categories: English   Tags:

RANAH PENELITIAN KEPERAWATAN GERONTIK

Pendahuluan
Proses menua (aging) merupakan suatu perubahan progresif pada organisme yang telah mencapai kematangan intrinsik dan bersifat irreversibel serta menunjukkan adanya kemunduran sejalan dengan waktu. Proses alami yang disertai dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial akan saling berinteraksi satu sama lain . Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui tiga tahap yaitu, kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitations), ketidakmampuan (disability), dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran.

Transisi demografi pada kelompok lansia terkait dengan status kesehatan lansia yang lebih terjamin, sehingga usia harapan hidup lansia lebih tinggi dibanding masa-masa sebelumnya . Pertambahan jumlah lansia di Indonesia dalam kurun waktu tahun 1990 – 2025, tergolong tercepat di dunia . Pada tahun 2002, jumlah lansia di Indonesia berjumlah 16 juta dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 25,5 juta pada tahun 2020 atau sebesar 11,37 % penduduk dan ini merupakan peringkat keempat dunia, dibawah Cina, India dan Amerika Serikat . Sedangkan umur harapan hidup berdasarkan sensus BPS tahun 1998 masing-masing untuk pria 63 tahun dan perempuan 67 tahun. Angka di atas berbeda dengan kajian WHO (1999), dimana usia harapan hidup orang Indonesia rata-rata adalah 59,7 tahun dan menempati urutan ke-103 dunia.
Data statistik tersebut mengisyaratkan pentingnya pengembangan keperawatan gerontik di Indonesia. Walaupun secara historis, jauh sebelum keperawatan gerontik berkembang menjadi sebuah spesialisasi pada dasarnya keperawatan memiliki peran yang besar terhadap pemberian pelayanan keperawatan bagi lansia. Fokus asuhan keperawatan pada lansia ditujukan pada dua kelompok lansia, yaitu (1) lansia yang sehat dan produktif, dan (2) lansia yang memiliki kerentanan tubuh dengan ditandai kondisi fisik yang mulai melemah, sakit-sakitan, dan daya pikir menurun . Pemberian asuhan keperawatan bagi kedua kelompok tersebut bertujuan untuk memenuhi harapan-harapan yang diinginkan oleh lansia yaitu memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan produktif dalam tiga dimensi, yaitu fisik, fungsional, dan kognitif. Berbagai penelitian melaporkan bahwa peningkatan kualitas ketiga dimensi tersebut dapat meningkatkan harapan hidup lansia yang lebih sehat.

Penelitian dalam Praktek Keperawatan
Pengembangan dan pemanfaatan ilmu keperawatan merupakan bagian yang esensial dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan termasuk pula keperawatan gerontik. Peningkatan kualitas tersebut hendaknya sejalan dengan penerapan praktik keperawatan yang didasarkan pada fakta (evidence-based practice for nursing). Menurut Loiselle et. al (2004), praktik keperawatan berdasarkan fakta merupakan upaya pemanfaatan hasil penelitian (fakta empiris) klinik keperawatan yang terbaik guna menentukan sebuah keputusan dalam intervensi keperawatan . Praktik keperawatan berdasarkan fakta memberikan kerangka kerja dan proses penggabungan hasil penelitian dan preferensi klien yang sistematis dalam pengambilan keputusan klinik, baik di tingkat individu maupun organisasi pelayanan kesehatan . Fakta empiris tersebut bersumber dari temuan penelitian-penelitian keperawatan yang relevan. Fakta terbaiklah yang akan digunakan sebagai pedoman dalam menentukan pendekatan terhadap klien, keputusan klinik, dan tindakan keperawatan. Sedangkan fakta terbaik adalah rangkaian tindakan yang paling efisien, efektif, dan aman bagi klien. Bila perawat telah memiliki budaya kerja yang ilmiah, dimana ia selalu mencari pembenaran tindakan yang dilakukannya melalui pemanfaatan hasil-hasil penelitian maka diharapkan akan didapatkan hasil perawatan yang lebih baik. Karena dalam praktik keperawatan tidak ada ruang sedikit pun yang diperkenankan bagi tindakan trial and error.
Menerapkan hasil penelitian dalam pelayanan kesehatan merupakan upaya signifikan dalam memperbaiki pelayanan kesehatan yang berorientasi pada efektifitas biaya (cost effectiveness). Meningkatkan penelitian keperawatan dan menerapkan hasilnya dalam praktek keperawatan merupakan kebutuhan mendesak untuk membangun praktek keperawatan yang efektif. Menurut studi terhadap berbagai laporan penelitian keperawatan (meta-analysis) yang dilakukan oleh Heater, Beckker, dan Olson (1988), menyatakan bahwa pasien yang mendapatkan intervensi keperawatan yang bersumber dari penelitian memiliki out come yang lebih baik bila dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan intervensi standar .
Terdapat banyak model proses penerapan hasil penelitian dalam lingkup pelayanan keperawatan yang telah disusun oleh para ahli, misalnya model Rosswurm dan Larrabee , model Iowa , model Children’s Hospital of Philadelphia , model Aurora , model Stetler , model Diffusion of Innovation , model Research Nurse Intern Program , atau model Process of Research Utilization
Prioritas Penelitian Bidang Keperawatan Gerontik
Keperawatan gerontik secara holistik menggabungkan aspek pengetahuan dan ketrampilan dari berbagai macam disiplin ilmu dalam mempertahankan kondisi kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual lansia (Lihat Gambar 2). Hal ini diupayakan untuk memfasilitasi lansia ke arah perkembangan kesehatan yang lebih optimum, dengan pendekatan pada pemulihan kesehatan, memaksimalkan kualitas hidup lansia baik dalam kondisi sehat, sakit maupun kelemahan serta memberikan rasa aman, nyaman, terutama dalam menghadapi kematian.
Penelitian keperawatan gerontik diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan teknik maupun mutu pelayanan dengan berbagai pendekatan di atas. Namun dalam menyusun prioritas penelitian, perlu diseimbangkan antara kebutuhan untuk menambah ilmu dan wawasan baru dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas, efektifitas, efisiensi, dan kepatutan pelayanan.
Dalam mengembangkan penelitian tersebut, kita terlebih dahulu perlu mengetahui aspek-aspek kritis yang ada dalam keperawatan gerontik. Tulisan ini mencoba untuk merangkaikan usulan prioritas penelitian di bidang keperawatan gerontik. Ada enam aspek utama yang perlu dikaji mengingat sampai saat ini penelitian-penelitian keperawatan terutama di dalam negeri masih sedikit, dan apabila ada penelitian tersebut jarang dipublikasikan.

AREA PRIORITAS
1. Pelayanan, evaluasi dan efektivitas intervensi terhadap individu maupun kelompok atau metode baru dalam pelayanan keperawatan. Sub area prioritas: Ventilasi dan sirkulasi, Nutrisi, Ekskresi, Aktifitas dan istirahat, Stimulasi mental, Tidur, Masalah kardiovaskuler, Masalah penyakit vaskulerisasi perifer, Masalah respiratori, Masalah gastrointestinal, Masalah diabetes, Masalah muskuloskeletal, Masalah genitourinary, Masalah neurology, Masalah menurunnya fungsi sensorik
Masalah dermatology, Masalah kesehatan mental, Tindakan operatif & dampaknya, Paliative care, Manajemen nyeri, Rehabilitasi, Perawatan diri dan higienitas, Pengawasan menelan obat
2. Parameter & hasil (outcome) intervensi klinis yang spesifik. Sub area prioritas: Diagnosis keperawatan yang spesifik, Pengembangan alat ukur geriatrik (contoh Iowa Index of Geriatric Assessment Tools dapat diakses di http://www.uiowa.edu)
3. Faktor-faktor organisasi yang berdampak pada sistem pelayanan dan kinerja, Sub area prioritas: Peran kolaborasi, Model perawatan di rumah (home care), Model perawatan di rumah sakit (hospital care), Model perawatan di panti jompo (institutional care), Model perawatan jangka panjang (long-term care), Nursing agency, Team work
4. Faktor-faktor sosial yang berdampak pada tingkat kesehatan lansia. Sub area prioritas: Aspek legal : kebijakan & regulasi, Kelenturan kesehatan yang berbasis budaya & kepercayaan, Sosial ekonomi, Konsep-konsep gerontologi (aspek kesehatan, aspek spiritual, aspek etika dan moral, aspek nutrisi, aspek psikologis, aspek fisiologis, & aspek sosial)
5. Kualitas hidup (quality of life) dan intervensi kesehatan psikososial. Sub area prioritas: Penilaian status fungsional, Psikologis, Senile dementia
,Olah raga, Rekreasi, Upaya preventif terhadap risiko kecelakaan, Interaksi sosial, Spiritual, Manajemen Stress, Sakaratul maut, Support keluarga, Aktifitas dan disfungsi seksual
6. Promosi kesehatan. Sub area prioritas: Pesan, Teknologi

Penutup
Mengingat proyeksi penduduk lansia pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 11,37 % penduduk Indonesia, maka keperawatan gerontik memiliki potensi kerja yang cukup besar di masa mendatang. Perawat perlu membudayakan kegiatan penelitian dan pemanfaatan hasil-hasilnya dalam praktik klinik keperawatan untuk mempersiapkan pelayanan yang prima. Praktik yang bersifat evidence-based harus dibuat sebagai bagian integral dari kebijakan organisatoris pelayanan kesehatan pada semua tingkatan agar langkah-langkah tersebut dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan tersebut . Budaya ilmiah juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi akuntabilitas publik, justifikasi tindakan keperawatan, dan bahan pengambilan keputusan. Kesadaran menejer keperawatan terhadap nilai penelitian yang potensial akan memberikan dampak yang menguntungkan bagi organisasi, misalnya kinerja keperawatan yang meningkat dan out come klien yang optimal.
by : Bondan Palestin

2 comments - What do you think?  Posted by indonesian nurse - March 27, 2008 at 4:13 pm

Categories: Bahasa Indonesia   Tags:

« Previous PageNext Page »