MONITORING DAN EVALUASI SDM KESEHATAN

Monitoring dan evaluasi memegang peranan penting dalam manajemen SDM Kesehatan. Disadari atau tidak, kelemahan umum yang ditemukan dalam sistem SDM Kesehatan adalah kurangnya informasi atau data untuk monitoring dan evaluasi. Oleh sebab itu WHO pada tahun 2009 mengeluarkan panduan monitoring dan evaluasi SDM Kesehatan. Monitoring sendiri didefinisikan sebagai proses berkelanjutan dari mendapatkan informasi dan menggunakan informasi terstandar untuk mengkaji kemajuan terhadap tujuan yang diinginkan, sumber yang digunakan dan pencapaian dari outcome dan dampaknya. Evaluasi diartikan sebagai pengkajian sistematis dan obyektif dari kegiatan yang tengah berlangsung atau selesai (WHO, 2009).
Kinerja yang buruk sebagai akibat dari

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

By: Anna Kurniati, Ferry Efendi
DEFINISI
Manajemen SDM Kesehatan merupakan bidang yang relatif baru di negara dunia selatan. Walaupun SDM Kesehatan ini memiliki keterkaitan dengan Manajemen SDM secara umum namun terdapat beberapa kompetensi khusus yang diperlukan didalamnya. Beberapa istilah umum yang sering kita dengar diantaranya “tenaga kesehatan”, “personil kesehatan” atau “staf Puskesmas/rumah sakit” yang merupakan penggerak atau motor utama dalam suatu organisasi atau institusi. Sehingga wajar jika lebih banyak alokasi budget yang diarahkan pada SDM jika dibandingkan dengan alokasi ke kebutuhan lainnya. SDM bisa menjadi subyek maupun obyek dalam organisasi ataupun institusi. Sebagai subyek, SDM terlibat dalam perencanaan, implementasi sampai dengan monitoring-evaluasi. Sebagai sasaran atau obyek, manusia berada di dalam suatu sistem yang menjadi target program. Bidang SDM Kesehatan ini juga memerlukan waktu yang cukup lama karena tidak bisa dipersiapkan dalam waktu singkat. Sebagai contoh dalam produksi perawat saja, diperlukan lima tahun untuk memproduksi perawat berjenjang S1. Tidak seperti sumber daya yang lain, SDM tidak bisa disimpan ataupun tidak digunakan untuk sementara. SDM harus tersedia dengan jumlah dan saat yang tepat. Oleh sebab itu tantangan terbesar SDM ini adalah perencanaan dan produksi. SDM ini juga unik karena keterampilan yang didapat bisa tidak relevan lagi. Oleh sebab itu, kemampuan dan keterampilan SDM perlu ditingkatkan melalui pengembangan berkelanjutan diantaranya pelatihan dan monitoring evaluasi.

SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK)

Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) menurut SKN 2009 adalah tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan strategis, dan tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan, yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Tenaga kesehatan strategis disini merupakan tenaga kesehatan yang tidak diproduksi secara merata di propinsi, tidak dapat disubstitusi oleh tenaga kesehatan lain dan mempunyai daya ungkit yang besar bagi pelayanan kesehatan. Unsur-unsur dalam SDM Kesehatan meliputi SDM Kesehatan itu sendiri, sumber daya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan, penyelenggaraan pengembangan dan pemberdayaan SDM (Kemkes, 2009).