Perawat Pengganti Dokter?

http://www.antarane ws.com/berita/ 371056/legislato r-ruu-keperawata n-solusi- kekurangan- dokter
Legislator: RUU Keperawatan solusi kekurangan dokter

Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengatakan Rancangan
Undang-undang Keperawatan merupakan solusi terbaik guna mengantisipasi
kekurangan dokter di Tanah Air.
“Dengan diberlakukannya RUU Keperawatan menjadi UU maka nantinya
perawat dapat memperoleh jaminan dalam memberikan pelayanan kesehatan
dasar untuk masyarakat sehingga bisa sangat membantu kekurangan tenaga
dokter,” kata Ribka di Pangkalpinanng, Rabu.
Ribka menjelaskan, dengan adanya RUU tersebut maka profesi perawat
akan lebih terlindungi.
“Profesi perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan, jangan
sampai mereka mau membantu masyarakat tapi malah ditangkap karena
dinilai melanggar UU praktik kedokteran,” katanya.
Ribka mengatakan, untuk tingkat nasional, rasio dokter dan jumlah
penduduk masih satu banding 3.400 orang.
“Artinya satu dokter melayani 3.400 penduduk atau 80 ribu dokter untuk
230 juta jiwa,” katanya.
Oleh sebab itu, DPR RI terus mendorong diberlakukannya RUU Keperawatan
tersebut untuk mengantisipasi kurangnya tenaga kesehatan, terutama di
daerah.
“Mudah- mudahan RUU tersebut masuk dalam masa sidang kali ini dan
tinggal menunggu Amanat Presiden (Ampres),” kata dia.
Sebelumnya, berbagai kalangan masyarakat mendesak agar RUU Keperawatan
segera disahkan untuk memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi
masyarakat yang akan memanfaatkan pelayanan keperawatan.
RUU tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas,
keterjangkauan, mutu pelayanan keperawatan dan mempercepat
keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sekitar
40 persen Puskesmas di Indonesia tidak memiliki dokter sehingga
seluruh pelayanan kesehatan dilakukan oleh perawat. Kondisi itu
menyulitkan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan jika tidak
ada perlindungan hukum.

Bill Gates Bantu Kesehatan Indonesia

Kompas.com
Jumat,
26 April 2013
PROGRAM KESEHATAN
Bill Gates Bantu Indonesia

Abu Dhabi, Kompas – Pendiri perusahaan Microsoft, Bill Gates, mendonasikan 100 juta dollar AS untuk membantu program kesehatan di Indonesia. Bantuan akan disalurkan melalui yayasan amal Bill & Melinda Gates Foundation bekerja sama dengan mitra lokal di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Gates dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bill & Melinda Gates Foundation dan Tahir Foundation di sela pertemuan vaksin dunia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (25/4).

Wartawan Kompas, Rusdi Amral, dari Abu Dhabi melaporkan, Bill Gates menunjuk Datof Sri Tahir sebagai mitra lokal di Indonesia. Tahir, pemilik Bank Mayapada Group, juga akan memberi donasi 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1 triliun) untuk program kesehatan Indonesia.

Bill Gates menyatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan wilayah mulai dari Aceh hingga Papua. Ia meyakini masih banyak penduduk Indonesia yang belum tersentuh bantuan kesehatan dari Pemerintah Indonesia.

Pendiri perusahaan Microsoft ini menyebutkan, program bantuan kesehatan di Indonesia akan mencakup pemberantasan penyakit malaria, penyakit tuberkulosis, penanggulangan HIV/ AIDS, dan program Keluarga Berencana. Dalam waktu dekat, istrinya, Melinda Gates, akan berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti program kerja sama tersebut.

Dalam kesepakatan bersama Bill Gates, kata Tahir, dana yang terkumpul sebesar 200 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) akan digunakan 150 juta dollar AS untuk bantuan program kesehatan di Indonesia. Sisanya, 50 juta dollar AS, akan dialokasi untuk program kesehatan global.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab Salman Al Farisi yang menyaksikan penandatanganan kerja sama menyatakan, kerja sama tersebut menjadi strategis untuk kepentingan diplomasi internasional.

Software Anti Plagiat

Ada 2 software anti plagiat yang pernah saya gunakan,viper yang gratisan dan grammarly yang berbayar. Saya coba membahas dulu tentang Viper,viper memang memberikan beberapa kemudahan bagi kita, selain FREE, viper juga cukup bagus dalam menjangkau database yang sudah online dalam berbagai bahasa. Yang perlu dicermati dalam menggunakan viper adalah hasil checking ditunjukkan dalam persen. Seperti dibawah ini:

Overall plagiarism rating 6% or less :
The results are that it is highly unlikely that this document contains plagiarised material. A careful check will only be necessary if this is a lengthy document. For example, a 6% result within a 15,000 word essay would be of concern because it could mean that direct quotes are too lengthy or there are too many places where a reference was not listed.

Overall plagiarism rating 6% – 12% :
The results are that there is a low risk that the document contains any plagiarised material. Most of the matching content will probably be fragments. Review your report for any sections that may not have been referenced properly.

Untuk rating 6% seperti dijelaskan Viper,kita juga harus tetap waspada, karena jika dibandingkan dengan software sejenisnya yaitu grammarly, rate kurang dari 6% tetap dianggap sebagai plagiarism. Saya sendiri menggunakan grammarly dengan versi trial (7 hari) dan hasilnya tetap dianggap plagiat. Kalau menurut saya kelebihan Viper selain free, database yg digunakan multilanguage juga interface yang user friendly. Sedangkan kelemahannya adalah proses checkingnya lebih lama jika dibanding dg grammarly, terkadang juga perlu waktu lama utk connecting ke databasenya. Tapi untuk ukuran gratisan sangat worth it untuk kita pakai. Sedangkan grammarly kelebihannya cepat, database juga lebih komplit dan dashboard sangat simple. Selain itu sesuai dengan namanya dia bisa checking bahasa inggris kita, siap-siap saja kalimat kita dikritisi oleh dia. Oh ya selain itu software ini bisa terintegrasi dengan office word kita, jadi sangat memudahkan. Kelemahannya menurut saya BERBAYAR (hehehe). Bagaimana dengan ithenticate? Saya sendiri belum pernah melihat penampakannya, mohon rekan2 yang sudah pernah menggunakannya berbagi disini