A New Tool To Search Publication

Dear Life Science Professional,

I would like to introduce a free and powerful tool permitting the search of key publication (PubMed, Lancet, Nature, etc.) and patent (WIPO, USPTO, EPO) databases, simultaneously. With direct links to original sources, this tool consolidates and expedites your research efforts. Experience this tool at www.biowebspin.com/publications-patents .

Peer reviewed by various Ph.D. associations, the Publications & Patents Search Tool is optimal for professional use. In addition to this dashboard feature, the Biowebspin offers additional free industry tools (protocol library, events calendar, and more) and connects more than 60,000 companies and 18,000 institutions worldwide.

Please do not hesitate to contact me for additional information. Sincerely,

Julien Raynaud, PhD
University of Zurich, Switzerland

Lowongan CPNS Tahun 2013

From: http://m.detik.com/finance/read/2013/05/01/092321/2234792/4/
Jakarta – Pemerintah kembali merekrut Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2013 ini. Adapun prioritas jabatan untuk rekrutmen tahun ini. Apa saja?

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN) Eko Prasojo mengatakan, formasi CPNS tahun 2013 ini sebanyak 60 ribu.

“Untuk instansi pemerintah pusat, jabatan yang diprioritaskan adalah guru, dosen, penegak hukum, serta jabatan utama fungsi instansi. Sedangkan jabatan yang diprioritaskan untuk instansi daerah adalah guru, tenaga medis dan paramedis,” jelas Eko seperti dikutip detikFinance, Rabu (1/5/2013).

Eko menambahkan, pemerintah menetapkan sejumlah jabatan yang menjadi prioritas, karena pegawai pada kelompok jabatan dimaksud berdasarkan hasil perhitungan beban kerja dinilai kekurangan.

Berikut prioritas jabatan untuk rekrutmen CPNS 2013 selengkapnya: Instansi Pusat:
Guru (guru kelas dan guru produktif) yaitu guru yang memberi keterampilan hidup/life skill untuk siswa) Dosen
Jabatan penegak hukum (pro justice) seperti jaksa, panitera, pengaman lembaga pemasyarakatan (sipir) Jabatan Utama :
– Pengawas tata bangunan dan perumahan
– Pengawas teknik jalan dan jembatan
– Pengawas teknik perairan
– Arsitek
– Pemeriksa pajak, penyuluh pajak dan pemeriksa bea dan cukai – Pemeriksa merek, pemeriksa dokumen imigrasi
– Mediator hubungan industrial, instruktur, pengawas ketenagakerjaan – Pengamat gunung api, inspektur tambang
– Penguji kendaraan bermotor, pengawas keselamatan pelayaran, ATC

Instansi Daerah
Guru (guru kelas dan guru produktif) yaitu guru yang memberi keterampilan hidup/life skill untuk siswa), guru tataboga, guru seni kriya dan guru design grafis
Tenaga medis dan paramedic (dokter, dokter spesialis, bidan, perawat dan refraksionis optisien) Jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat
Jabatan yang berperan menciptakan lapangan kerja
Jabatan yang mendorong pengurangan kemiskinan
Jabatan yang berperan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk

Jenjang Karir Spesialis 1 dan Spesialis 2

Author: Nurfitri
Seputar Jenjang Karir Sp-1 dan Sp-2 di Pendidikan Tinggi
http://www.kopertis 12.or.id/ 2013/05/05/ seputar-jenjang- karir-sp- 1-dan-sp- 2-di-pendidikan- tinggi.html

Sebelum UU dosen lahir, sesuai PP no. 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan PNS dan Kepmen no. 38/KEP/MK.WASPAN/ 8/1999 tentang jafung dosen, gelar Sp-1 disetarakan dengan S2 dan gelar Sp-2 disetarakan dengan S3. Namun setelah UU Guru dan Dosen lahir, dengan penetapan pasal 46 ayat 1 dan 2, dokter spesialis (Sp-1) dan subspesialis (Sp-2) terhalang diangkat jadi dosen tetap sehingga tidak bisa diusulkan kenaikan jabatan fungsional akademik (usulan LK dan GB mereka selalu ditolak Dikti karena tidak memenuhi persyaratan pasal 46 UU Guru dan Dosen

Saat ini dosen PNS yang bergelar Sp-1 atau Sp-2 yang sudah memiliki NIDN berhubung sudah ada sk pengangkatan sebagai dosen PNS tidak akan dibatalkan NIDNnya hanya saja jabatan akademik mereka tidak bisa diusulkan menjelangkan Rancangan UU Pendidikan Kedokteran Disahkan. Karena nantinya pendidik kedokteran terdiri dari dosen (lulusan S2/S3 kedokteran) dan dosen klinis (lulusan spesialis yang memenuhi sejumlah persyaratan/ seperti misalnya yang sedang dibahas di RUU pasal 24 ayat 3 atau melalui penyetaraan seperti misalnya pasal 25). Untuk dosen lulusan spesialis yang berasal dari PTS, kalo petugas dikti tidak paham juga tak akan batalkan NIDNnya (karena sebagian masyarakat masih beranggapan untuk mengajar di perguruan tinggi, pendidik yang bergelar Sp-1 = S2 dan Sp2 = S3 seperti yang berlaku sebelum UU guru dan dosen disahkan)

Kalo kita baca UU no. 12 Tahun 2012 , UU ini membenarkan dokter lulusan Sp-1 dan Sp-2 mengajar di program spesialis namun harus ditambah dengan gelar S3 atau gelar spesialis yang bisa disetarakan dengan S3 + pengalaman kerja 2 tahun.

Perpres no. 08 tahun 2012 tentang KKNI setarakan Sp-1 dan Sp-2 dengan jenjang 8 atau 9 (= S2 atau S3) namun selain belum ada juknis juga terkendala di UU dosen dan UU PT yang levelnya lebih tinggi.

Makanya sampai sekarang masih menanti pengesahan Rancangan Pendidikan Kedokteran yang sudah lama dibahas di komisi X DPR. Tanpa RUU pendidikan kedokteran ini, spesialis dan super spesialis tak bisa berkarir di pendidikan tinggi. Kalo baca RUU pendidikan kedokteran, jenjang akademik mereka bakal terdiri dari lektor, profesor muda, profesor madya, dan profesor yang tentunya akan ada juknis perhitungan kumnya. Kalo untuk dokter lulusan S2/S3 tak masalah, karena pada mereka akan berlaku semua ketentuan di UU dosen baik hak, karir dan kewajibannya.

Selanjutnya Produk hukum terkait kalo berminat silakan klik:
http://www.kopertis 12.or.id/ 2013/05/05/ seputar-jenjang- karir-sp- 1-dan-sp- 2-di-pendidikan- tinggi.html

Semoga bermanfaat, salam, Fitri