Improving village health post (Ponkesdes) nurses’ performance, which model should be used?

Pondok Kesehatan Desa atau lebih dikenal dengan istilah Ponkesdes merupakan salah satu inisiatif pemerintah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Program ambisius ini setidaknya merekrut ribuan perawat untuk ditempatkan di ribuan desa di propinsi Jatim. Sayangnya hanya sedikit publikasi ilmiah yang mengupas keberadaan perawat Ponkesdes dalam pelaksanaan Perkesmas. Bagaimana kinerja perawat Ponkesdes dan model apa yang bisa ditawarkan guna mendongkrak kinerjanya? Silahkan baca artikel di bawah ini
Penulis: Dwi Ananto Wibrata, Tjipto Suwandi, Mr Nursalam, Siti Nur Kholifah, Ferry Efendi
Abstract
Background: Village Health Post (Ponkesdes) has become a part of Public Health Nursing (PHN) program since year 2009 which criticized has a poor performance. From 2910 Ponkesdes that spread all over East Java region, only 10% of nurses implemented PHN. This situation will hamper the regional health development particularly and the nation commonly.
Objective: The purpose of this study was to develop a new model to improve the performance of Ponkesdes nurses’ especially in implementing PHN.
Method: The method was an observational analytic with cross sectional approach. Multi stage random sampling was employed to decide the district and simple random sampling was assigned to choose the participants, a total of 117 Ponkesdes nurses involved in this study. The study conducted in four districts in East Java Province (Blitar, Jember, Lamongan, and Bangkalan). Data were collected by questionnaire on variables namely reinforcing, personal, cognitive, affective, commitment, interaction, and nurses’ performance factors. The Partial Least Squares (PLS)-method is used for constructing predictive model.
Results: This study found a new model which was developed based on combination of Health Promotion Model (HPM) and Health Interaction Model (HIM) with additional of reinforcing factor. Statistical result confirmed that personal, affection and interaction factors considered as important factors in improving Ponkesdes nurses’ performance.

Conclusion: Ponkesdes nurses’ performance will improve by considering three main factors, personal, affection and interaction. This model can be adapted by Provincial District Health Office East Java Province as the main actor in regional health development. In addition, this model may become a reference for other province in improving their nurses’ performance in community setting and other country that have similar program in PHN.

Sumber: http://www.sciedu.ca/journal/index.php/jnep/article/view/4082

5 Isu Strategis Pembangunan Kesehatan 2015-2019

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI kembali mengadakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2014 yang mengusung tema “Pemantapan Pembangunan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan”.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi menjelaskan, Rakerkesnas 2014 ini bertujuan untuk meningkatkaan koordinasi dan sinergisme antara pusat dan daerah dalam rangka percepatan pembangunan kesehatan tahun 2014, guna mewujudkan visi masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkeadilan.

Di samping itu, lanjut Nafsiah, pertemuan ini juga untuk mengidentifikasi masalah terkait pembangunan kesehatan, terutama percepatan pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan dan penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Bukan hanya mengevaluasi pekerjaan rumah terkait pencapaian MDGs 2015, tetapi juga jajaran kesehatan dan seluruh stakeholders terkait di daerah sudah harus mulai merencanakan agenda post MDGs 2015,” tutur Menkes saat memberi keterangan pers dalam Rakerkesnas tahun 2014 Regional Barat di Jakarta, 1 April 2014.

Dalam Rakerkesnas 2014 ini, ada lima isu strategis dan rancangan kebijakan pembangunan kesehatan 2015-2019 yang dilahirkan.

Nafsiah Mboi menjelaskan, lima isu kesehatan tersebut adalah: peningkatkan status kesehatan pada setiap kelompok, peningkatan status gizi, dan pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular.

“Isu selanjutnya adalah penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan akses layanan kesehatan,” jelas Nafsiah Mboi.

Dalam Rakerkesnas 2014 regional Barat di Jakarta ini, Menkes kembali mencanangkan “Studi Diet Total 2014” dan “E-Watch Alat Kesehatan (Alkes)”, yang sebelumnya telah dicanangkan pertama kali secara resmi pada Rakerkesnas Regional Tengah tahun 2014 di Denpasar, Bali (16/3).

Penulis: Herman/NAD
sumber: http://www.beritasatu.com/kesehatan/175031-5-isu-strategis-pembangunan-kesehatan-20152019.html