Diagnosis Keperawatan yang mungkin timbul :
1. Potensial terjadinya syok hipopolemik sehubungan dengan perdarahan yang berlebihan.
2. Potensial terjadinya injuri/luka perdarahan yang berlebihan sehubungan dengan penurunan pembentukan, fungsi dan peningkatan destruktif platelet.
3. Peningkatan suhu tubuh (Hiperthermi) sehubungan dengan Kerusakan kontrol suhu sekunder terhadap infeksi.
4. Potensial gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari yang dibutuhkan sehubungan dengan :
• perubahan kemampuan penye-rapan zat maka-nan (Gangguan neoro-muskuler).
• Kekakuan otot untuk mengunyah atau menelan.
• Hipermetabolik.
• Intake yang inadekuat
5. Kurangnya pengetahuan (kebu-tuhan belajar) , kondisi kese-hatan, pengobatan, kurang informasi.
6. Mekanisme koping yang tidak efektif sehubungan dengan cemas.
Diagnosis Keperawatan
Potensial terjadi syok hipovolemik sehubungan dengan perdarahan yang berlebihan.
Hasil yang diharapkan:
• Tanda vital stabil dalam batas normal.
• Kesadaran compos mentis
• Pasien dapat berkomunikasi dengan baik.
• Hematokrit dalam batas normal : 37 – 43 %
Analisis data
Data subyektif : Pasien gelisah , mual, tak nafsu makan, sakit menelan, lemah.
Data obyektif : Perdarahan bawah kulit di lengan dan kaki, epistaxis, perdarahan gusi,
muntah darah.
Laboratorium : Trombositopeni : kurang dari 100.000/m 3
Hematokrit meningkat.
Rencana tindakan :
• Observasi tanda-tanda vital: Tekanan darah, frekuensi dan kedalaman pernafasan, frekuensi dan kedalaman nadi, suhu.
• Kolaborasi dalam pemberian :
• Terapi cairan RL atau pengganti plasma
• Kalau perlu transfusi darah (trombosit)
• Monitor intake-output
• Cek Hemoglobin, hematokrit, dan trombosit.
• Observasi perkembangan bintik-bintik merah di kulit, keluhan lemah, keringat dingin, kulit lembab dan dingin.
• Ukur dan catat perdarahan yang keluar
Evaluasi :
• Keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi.\

Diagnosis Keperawatan
Gangguan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh sehubungan dengan intake yang tidak adekuat.
Rencana tindakan :
1. Beri makanan sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya.
2. Observasi jumlah makanan yang terkonsumsi\
3. Beri penjelasan pada pasien tentang nutrisi yang dibutuhkan dan kegunaannya.\
4. Sajikan menu yang menarik
5. Kolaborasi dengan medis tentang keluhan untuk mendapatkan infus.,obat anti mual, obat penambah nafsu makan.
6. Lakukan cek BB tiap 3 hari

Diagnosis Keperawatan
Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) s.d kerusakan kontrol suhu sekunder terhadap infeksi
Tujuan : Suhu tubuh turun sampai batas normal dalam waktu 4 jam setelah dilakukan tindakan keperawatan
Kriteria hasil :
1 Klien mengungkapkan badanynya tidak terasa panas.
2 Suhu tubuh turun 36 – 37.5 )
3 Klien tidak gelisah
4 RR 16x/menit, nadi 80-88 x/menit.

Rencana tindakan :
1. Beri penjelasan pada klien penyebab panas
R/ Dengan penjelasan diharapkan penderita mengerti dan mau berpartisipasi dalam perawatan.
2. Observasi tanda vital tiap 3 jam sekali
R/ memantau perkembangan klien untuk tindakan perawatan selanjutnya.
3. Lakukan kompres hangat didaerah permukaan tubuh
R/ Mempercepat vasodilatasi sehingga terjadi penguapan , merangsang termostat
4. Berikan minum banyak -+ 2 liter perhari
R/ Dapat mengimbangi akibat pengeluaran cairan lewat penguapan
5. Lanjutkan pemberian terapi IV 20 tetes/menit dan antipiretik 3 x 500 mg
R/ Mempercepat proses penurunan panas

Tagged with →  
Share →

2 Responses to ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

  1. S.Setiaka says:

    Very good but must be enriched..

  2. sigit says:

    thankU-Vmuch. Coz sekarang agak susuh sih cari askep diinternet. Go on nursing never Go back

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>