Category Archives: Bahasa Indonesia

Factors influencing Indonesian women’s use of maternal health care services

Kurniati, A., Chen, C. M., Efendi, F., & Berliana, S. M. (2018). Factors influencing Indonesian women’s use of maternal health care services. Health care for women international39(1), 3-18.

Employing the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey data, we aimed to examine factors influencing married women to use maternity services. Data of married women who had given birth in the last five years before the survey were included in the analysis (n = 14,672). Factors of education, employment, women’s age at first marriage, age at first birth, spousal education difference, contraceptive use, place of residence, and woman’s attitude toward wife beating were associated with the use of antenatal care, institutional delivery, and postnatal care services. The likelihood of women using those recommended maternal health care services increased along with the increased educational attainment among women and their spouses, and the older age at first birth. Higher schooling years may contribute to improving adequate maternal health care. Community awareness on maternal health issues should be promoted and include the prevention of early marriage, teenage pregnancies, and domestic violence.

 

Download (PDF, 610KB)

Tips dan Trik Meningkatkan Sitasi atau Rujukan Tulisan Ilmiah

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu penilaian di dunia academia adalah seberapa banyak tulisan kita disitasi atau dirujuk oleh peneliti lain. Dengan bantuan Scopus (h-index) atau Google Scholar (h-index, i10 index) maka Anda dengan mudah melacak siapa saja yang merujuk tulisan Anda. Berikut ini beberapa tips dan trik untuk meningkatkan jumlah sitasi kita yang saya adapt dari https://www.aje.com/en/author-resources/articles/10-easy-ways-increase-your-citation-count-checklist

  1. Self-citation, why not? Asal relevan dan tidak ditujukan semata-mata hanya untuk mengangkat jumlah sitasi Anda. Metode ini juga ampuh menghindarkan kita dari self plagiarism.
  2. Publikasikan artikel Anda di salah satu jurnal terbaik di bidang Anda. Kalau merujuk standard dikti, tentunya yang terbaik masih didominasi dengan jurnal yang diindeks oleh Thomson Reuters dan Scopus.
  3. Gunakan nama yang konsisten, terutama jika nama Anda lebih dari dua suku kata.
  4. Buat artikel Anda mudah diakses, jika artikel Anda open access tentunya Anda bebas menempatkan artikel Anda dimanapun Anda suka, situs kampus, FB, atau situs Pribadi Anda. Jika Anda memiliki hak akses terbatas, cukup tampilkan abstraknya saja.
  5. Bergabunglah dengan media social academia, saya sangat menyarankan Anda mendistribusikan artikel Anda di Researchgate atau Academia.
  6. Tergantung kreativitas Anda, ikut konferen atau memberikan signature email yang berisi link ke artikel Anda juga bermanfaat untuk mendongkrak visibilitas artikel Anda. Mengutip istilah If You Can’t Be Found, You Don’t Exist , so….do exist.