indonesiannursing.com

Bahasa Indonesia

Menengok Keserakahan Indonesia dari Bumi India

by indonesian nurse on Oct.11, 2009, under Bahasa Indonesia

Oleh: Syaifoel Hardy

Dalam sebuah ceramah akbar di Dubai-UAE beberapa tahun lalu, saya sempat bertanya kepada Dr. Zakir Naik, ulama besar asal India, ahli perbandingan agama yang tersohor namanya. Subyek pertanyaan saya adalah mengapa Islam boleh dikata tidak berhasil di India padahal India pernah di bawah sebuah kerajaan besar Islam, misalnya kekaisaran Mughal yang terkenal dengan Taj Mahal, atau Kerajaan Mysore yang terkenal pula dengan Istana Maysore yang terindah didunia, bahkan melebihi Istana Birmingham. Dr. Zakir Naik menjawab, bahwa petinggi-petinggi kerajaan Islam di India waktu itu lebih memfokuskan kepada bangunan-bangunan fisik ketimbang dakwah Islam. Itulah salah satu faktor utama mengapa Islam malah menjadi minoritas di sana.

Ingin mengetahui lebih dekat jejak-jejak kebesaran Islam di India inilah yang manjadi salah satu motivasi saya untuk ingin melihat dari dekat apa dan bagaimana sebenarnya India. Disamping tentu saja banyak hal yang melatar-belakangi kunjungan saya, misalnya silaturahim dengan rekan-rekan kerja saya yang sudah mengundurkan diri, melihat institusi pendidikan serta mencari buku-buku India sesuai dengan profesi saya. (continue reading…)

Comments more...

Community Health Nursing Book (Buku Keperawatan Kesehatan Komunitas)

by indonesian nurse on Sep.20, 2009, under Bahasa Indonesia

Buku Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik Dalam Keperawatan merupakan buku pegangan bagi mahasiswa keperawatan dan juga perawat yang bekerja dengan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pembahasan dalam buku ini berfokus pada aspek keperawatan komunitas baik secara teori maupun praktik.
Dalam tiap bab akan dijabarkan dasar teori serta contoh aplikasi dari praktik keperawatan kesehatan komunitas. Buku ini juga akan memberikan informasi dan perkembangan terkini keperawatan kesehatan komunitas baik di luar negeri maupun di dalam negeri.
1 Konsep dasar keperawatan kesehatan komunitas
2 Keperawatan transkultural dalam komunitas
3 Etika dan Nilai-nilai di dalam Komunitas
4 Ekonomi Perawatan Kesehatan (continue reading…)

Comments more...

Gali Potensi, Raih Prestasi!

by indonesian nurse on Mar.12, 2009, under Bahasa Indonesia

By : Syaifoel Hardy
Hampir setiap orang bisa dipastikan ingin meraih kesempurnaan hidup. Dunia terangkat, akhirat didapat. Dalam paham komunisme, sekalipun tidak meyakini adanya kehidupan sesudah mati, mereka tetap memimpikan adanya kesempurnaan hidup, yaitu dengan pencapaian kebahagiaan dunia. Untuk meraih tujuan yang satu ini, caranya bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah menumbuhkan segala potensi yang kita miliki. Artikel ini mengidentifikasi langkah-langkah guna meningkatkan potensi diri dalam meraih prestasi.

Memupuk potensi, memang tidak mudah. Namun juga bukan persoalan yang rumit. Potensi, menurut Webster’s Dictionary, berasal dari kata ‘potent’ yang berarti ‘to be powerful’ atau menjadi kuat. Sedangkan kata ‘potency’ berarti ‘the ability or capacity to achieve or bring about a particular result’, yaitu kemampuan menghasilkan atau melahirkan suatu produk tertentu. Lawan katanya tentu saja impotent alias ketidakmampuan, atau ketidakberdayaan.

Tidak satupun di antara kita, apalagi professional, mau disebut sebagai orang yang tidak berdaya. Karena orang-orang yang masuk kategori ini hanyalah orang-orang yang malas. Di rumah sakit jiwa (RSJ) saja, pasien-pasien dengan gangguan dan sakit jiwa ini dibekali dengan berbagai aktivitas positif. Malah di unit rehabilitasinya, mereka ini mampu menghasilkan uang. Hasil karya pasien-pasien RSJ kemudian, tentu dengan bantuan manajemen rumah sakit, dijual hingga dipamerkan. Demikian pula di panti-panti anak-anak cacat, orang jompo, dan lain-lain. Mereka tidak jarang menghasilkan karya-karya, hasil buah tangan yang membuat orang normal kagum. Pemberdayaan segala potensi yang ada ini, jika diupayakan dengan sungguh-sungguh, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Thomas Alva Edison (1847-1931), penemu generator listrik di Amerika Serikat, melakukan 2000 kali percobaan sebelum dia mendapatkan hasilnya. Selama itu pula dia katakan bahwa apa yang dilakukan bukanlah kegagalan.

Ini berarti bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan, sepanjang bertujuan positif, akan membuahkan hasil tertentu yang juga positif. Dari sini tersirat upaya penumbuhan dan pengembangan potensi maksimal. Kita biasanya kurang pandai mengidentifikasi potensi yang kita miliki.

Ada beberapa hal yang menyebabkan ketidakmampuan ini. Baik faktor dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Jika dirinci secara umum, faktor-faktor tersebut meliputi: kurangnya materi (poverty), rendahnya penampilan fisik (lack of performance), kedangkalan ilmu (lack of knowledge), serta tidak memiliki keterampilan cukup (unskilled). Ketidak-adaan salah satu atau gabungan dari keempat faktor inilah yang membuat kita menjadi ‘rendah diri’, sehingga pemupukan potensi jadi terhambat atau tidak pernah muncul sama sekali. (continue reading…)

Comments more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!