EKSISTENSI PEREMPUAN PADA LIRIK DANGDUT KOCOK-KOCOK, CUCAK ROWO, DAN PUTRI PANGGUNG SEBAGAI REFLEKSI KETIMPANGAN GENDER

Nur Laila W., Shanty A.Y.P.S.D., Anda Mayasari

Abstrak: Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan mengetahui eksistensi perempuan serta melihat adanya ketimpangan gender pada lirik dangdut Kocok-Kocok, Cucak Rowo, dan Putri Panggung. Penulisan ini merupakan analisis kualitatif deskriptif. Dalam analisis ini digunakan pendekatan struktural untuk mengetahui makna keseluruhan dari ketiga lirik tersebut. Pendekatan itu digunakan untuk mendeskripsikan eksistensi perempuan dalam ketiga lirik tersebut dari sudut kritik sastra feminis yang nantinya dilihat sejauh mana ketimpangan gender yang terjadi didalamnya. Hasil analisis pada ketiga lirik tersebut ditemukan kias lambang pada diksi-diksi yang memunculkan makna ganda yang akhirnya menyimpang dari makna sebenarnya, sedangkan eksistesi perempuan pada ketiga lirik tersebut diposisikan sebagai objek pemuas nafsu laki-laki, mengalami pelecehan seksual dan pelecehan psikis. Hasil analisis kritik sastra feminis tersebut dapat dilihat bahwa perempuan masih diletakkan sebagai objek atau subordinat yang berada dibawah kekuasaan laki-laki sehingga memberi mereka ruang sempit untuk mengembangkan diri. Fenomena penurunan eksistensi perempuan tersebut dapat menimbulkan ketimpangan gender. Bargaining position pada setiap perempuan dapat digunakan untuk melawan ketimpangan gender.

Kata Kunci: gender, lirik, perempuan, bargaining position

Leave a Reply