HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immunodeficiency Sindrome) dikenal sejak tahun 1981 pada lima orang pria homoseksual di Los Angeles, Amerika Serikat yang menderita infeksi Pneumocystis carinii dan infeksi lain yang tidak lazim terjadi pada orang normal. Penyakit yang kemudian dikenal dengan nama sindrom imunodefisiensi itu, ditemukan juga pada 26 orang di California dan Haiti. Penyakit yang sama bermunculan, terutama di Amerika dan Afrika, semuanya memiliki gejala khas, yaitu adanya infeksi yang tidak terjadi pada orang yang imunokompeten (Sepkowitz, 2001).
Pada tahun 2000, jumlah orang yang terinfeksi HIV di dunia diperkirakan 42 juta orang, dimana dua pertiganya tinggal di Afrika. HIV menginfeksi laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan bayi, semua warna kulit dan ras, dan berbagai orientasi seksual. Dari jumlah tersebut, 20 juta orang telah meninggal akibat AIDS pada Desember 2000, dan 3 juta diantaranya adalah anak-anak (Sepkowitz, 2001). Di Indonesia, menurut data Departemen Kesehatan (Depkes) Agustus 2004, diperkirakan terdapat 90.000 sampai 130.000 orang dengan HIV positif yang umumnya terpusat di tujuh propinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua, Riau dan Bali (Depkes, 2004).
Penyebab AIDS diketahui pada tahun 1983, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV), suatu Retrovirus yang termasuk dalam famili Lentivirus. Dua virus HIV yang berbeda secara genetik namun berhubungan antigennya adalah HIV subtipe 1 (HIV-1) dan HIV subtipe 2 (HIV-2) yang dapat bereaksi silang pada uji serologik (Mitchell and Kumar, 2003; Jawetz et al., 1996). AIDS pada dasarnya adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh, disebabkan oleh HIV (Sepkowitz, 2001).

Leave a Reply