Jaminan Kesehatan Semesta Versi Ahok

Satu terobosan yang patut dicontoh di era desentralisasi ini, Ahok, wagub terpilih DKI menggagas kartu JAKARTA SEHAT, inilah yang hampir mirip dengan UHC, andai saja kelas RS 1-2-3 dihilangkan, sehingga tidak ada strata dan semua pasien diperlakukan sama. Yang jelas ini patut dicontoh oleh para pemimpin daerah, yuk jadi pemilih cerdas dengan memilih calon pasangan yang melek Jaminan Kesehatan Semesta.
http://health.okezone.com/read/2012/10/03/482/698591/ahok-tak-ingin-warga-jakarta-berutang-karena-sakit
KESEHATAN menjadi salah satu aspek penting yang akan menjadi program kerja gubernur dan wakil gubernur baru Jakarta. Mengusung kartu Jakarta sehat, Basuki Tjahaja Purnama berharap hal ini dapat menjadi solusi terbaik bagi warga ibu kota.

Sebagai ibu kota negara Indonesia, warga Jakarta belum memiliki jaminan kesehatan yang memadai. Keberadaan kartu Gakin dianggap tak terlalu membantu, apalagi dengan syarat dan ketentuan yang berbelit-belit. Mendapat pengobatan gratis pun hanya bisa dirasakan oleh golongan yang dianggap miskin saja. Sedangkan bagi warga yang menurut standar pemerintah tidak miskin, tak punya jaminan kesehatan yang memadai.

Hal ini yang sedianya perlu dibenahi oleh kepempinan baru Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2012-2017.

“Seluruh warga Jakarta yang mau rawat inap di rumah sakit kelas 3 akan ditanggung oleh pemerintah,” tutur pria yang kerap disapa Ahok ini saat wawancara eksklusif dengan Okezone di bilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Sementara mengenai kriteria warga yang dapat mengakses pelayanan ini, mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, “Orang yang hidup enak dan punya motor pun bisa bisa bangkrut kalau sakit-sakitan.”

Baginya, biaya pengobatan besar dapat membuat siapa pun kehabisan dana, termasuk mereka yang hidupnya berkecukupan. “Filosofinya, kita tidak mau sampai ada warga Jakarta yang hidupnya susah, kurang modalnya, bangkrut, atau sampai berutang hanya karena sakit,” ucap sulung dari lima bersaudara ini.

“Yang pasti, patokannya (rawap inap) kelas 3. Mengapa demikian? Karena orang kaya pasti tidak mau mendapat layanan rawat inap kelas 3. Sehingga, harapannya program ini akan tepat sasaran,” jelas pria 46 tahun ini.

Konsep ini, lanjut Ahok, merupakan cikal bakal yang akan dilakukan di seluruh Indonesia. “Nantinya, semua orang bisa melihat dan menjadikan Jakarta sebagai contoh,” tutupnya. (tty)

Leave a Reply