Kompetisi Blog Studi di Belanda berhadiah tiket “summer course”

Neso Indonesia, lembaga non profit yang mewakili pendidikan tinggi Belanda di Indonesia, bekerja sama dengan dagdigdug menyelenggarakan kompetisi blog “Studi di Belanda”. Kompetisi yang terbuka untuk kalangan wartawan dan non wartawan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai studi lanjutan berbahasa Inggris di Belanda. Peluncuran kompetisi blog ini dihadiri oleh Direktur Neso Indonesia, Marrik Bellen, Antyo Rentjoko, perwakilan dari dagdigdug dan Raditya Dika, salah seorang juri, di Jakarta hari ini.

“Dalam meningkatkan kesadaran mengenai studi di Belanda bagi masyarakat Indonesia, Neso mengikuti perkembangan perilaku pencari informasi studi di luar negeri. Kami melihat bahwa blog merupakan salah satu media alternatif yang efektif untuk menyebarkan informasi. Melalui kompetisi ini kami berharap masyarakat mengetahui bahwa dua hal utama yakni pertama, untuk studi lanjutan ke Belanda mereka tidak harus belajar bahasa Belanda lebih dulu. Kedua, kualitas dan reputasi pendidikan tinggi Belanda yang sudah diakui dunia. Laporan Times Higher Education Supplemen mencatat hampir 90% universitas Belanda berada dalam peringkat 200 universitas teratas.” demikian Marrik Bellen, Direktur Neso Indonesia.

Pelaksanaan kompetisi blog ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat umum dan wartawan-wartawan dalam menyampaikan opininya mengenai pendidikan tinggi di Belanda. Kompetisi blog ini dibagi dalam dua kategori yakni wartawan dan non wartawan untuk menuangkan opini mereka di blog pribadinya. Penjurian dilakukan berdasarkan kriteria kesesuaian dengan tema, isi dan popularitas posting. Neso Indonesia menggandeng dagdigdug sebagai salah satu penyedia blog hosting di Indonesia yang sudah memiliki reputasi di kalangan blogger.

“Blog adalah pilihan praktis untuk menampung dan menyiarkan karya tulis. Sebagai perusahaan yang peduli kepada pendidikan dan pengembangan diri, dagdigdug mendukung kompetisi ini sepenuh hati. dagdigdug juga ingin membuktikan bahwa ‘ngeblog’ itu membawa banyak manfaat,” demikian Antyo Rentjoko, salah satu pendiri dagdigdug dan juga seorang blogger.

Kompetisi ini terbuka bagi wartawan dan non wartawan yang memiliki blog pribadi dan berdomisili di Indonesia selama kompetisi berlangsung. Tema yang ditawarkan bagi kategori wartawan adalah “Belanda sebagai negara tujuan studi” dan “Studi di Belanda, ticket to a global community” untuk kategori non wartawan. Kompetisi akan berlangsung mulai 15 Maret dan berakhir pada 30 April 2009. Informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan serta cara mengikuti kompetisi ini bisa dilihat di http://kompetiblog.studidibelanda.com

Lebih lanjut mengenai kompetisi blog “Studi di Belanda” Marrik Bellen mengatakan, “Pemenang dari masing-masing kategori akan berkesempatan mengikuti Summer Course selama dua minggu (6-17 Juli 2009) di Utrecht University Summer School, Utrecht, Belanda. Di sana mereka akan dapat merasakan langsung suka duka menjadi bagian dari mahasiswa internasional di Belanda, dan memperoleh referensi mengenai budaya dan identitas bangsa Eropa secara umum. Pemenang akan diminta untuk menuliskan pengalamannya selama di Belanda lewat blognya”.

Tahun 2008, Neso Indonesia mengundang Raditya Dika, blogger Kambing Jantan untuk mengikuti summer course dengan tajuk European Cultures and Identities di Belanda selama dua minggu. Pengalaman Radit selama berada di Belanda dituangkan dalam blognya dan memperoleh tanggapan yang sangat positif. “Pengunjung blog saya pada saat itu meningkat sangat tajam, blog saya dikunjungi oleh kurang lebih 4000 pengunjung,” ujar Raditya Dika.
sumber : studidibelanda.com

Leave a Reply