MIGRASI TENAGA KESEHATAN

Pada tahun 2000 hampir 175 juta orang atau 2,9% orang di dunia hidup di luar negaranya masing-masing selama lebih dari 1 tahun. Sekitar 65 juta dari jumlah tersebut masih aktif secara ekonomi (UNPD, 2002). Secara umum, migrasi ini kenaikan yang relative kecil yaitu 2.3% tahun 1965 menjadi 2.9% tahun 2000. Namuan demikian, peningkatan jumlah orang yang bermigrasi sangat signifikan dampaknya bagi negara miskin karena mereka kehilangan SDM berpendidikan ke negara-negara kaya. Sekitar 65% dari seluruh migrant yang masih aktif mencari ekonomi pindah ke negara-negara majuyang digolongkan sebagai “sangat terampil”. Sangat terampil umumnya diasosiasikan telah menyelesaikan pendidikan tambahan dan memiliki pekerjaan professional, dalam hal ini tenaga tersebut diantaranya dokter, perawat dan bidan.

Migrasi tenaga kesehatan professional mempengaruhi suplai nasional dan menjadi salah satu poin penting dalam kebijakan nasional (Kingma, 2007). Globalisasi telah mendorong adanya migrasi. Di saat yang sama, kebutuhan akan tenaga kesehatan meningkat di negara maju dimana tenaga kesehatan disana tidak mencukupi dan tenaga kerja yang ada memasuki usia lanjut. Kebutuhan terhadap layanan kesehatan juga meningkat karena populasi lansia dan meningkatnya penyakit degeneratif. Di sejumlah negara pendapatan menengah dengan sistem pendidikan yang bagus seperti Fiji, Jamaika, Mauritus dan Filipina. Jumlah mahasiswa yang besar khususnya di jurusan keperawatan telah disiapkan untuk dikirim ke luar negeri. Alasannya sederhana, gaji, jenjang karir dan fasilitas yang lebih memadai dibanding dengan pasar kerja dalam negeri. WHO tahun 2010 mengidentifikasi setidaknya ada 4 alasan dibalik migrasi tenaga kesehatan ini yaitu:
Sumber: Buku KAJIAN SDM KESEHATAN DI INDONESIA

2 thoughts on “MIGRASI TENAGA KESEHATAN”

  1. Kesejahteraan memiliki faktor yang sangat dominan dalam hal migrasi tenaga kerja terutama bidang keperawatan. Ambil contoh antara gaji perawat di Indonesia dengan di Jepang saja sudah sangat jauh berbeda.

Leave a Reply