MOTIVASI

Oleh : Mustikasari, SKp., MARS
Blog : .:. Phsyciatric Nursing Weblog .:.


Pengertian

Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. (Stoner& Freeman, 1995:134) Motivasi menurut Ngalim Purwanto (2000:60) adalah bahwa motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan terutama dalam berperilaku (Sbortell & Kaluzny, 1994:59)

Dari berbagai macam definisi motivasi, Stanford (1970), ada tiga point penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebituhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi (Luthans, 1988:184).

Motivasi intrinsik kerja perawat adalah respons perawat yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan membuat kehidupan pasien menjadi berbeda. (Fletcher, 2001:9). Menurut Herzberg bahwa faktor intrinsik kerja meliputi: otonomi, status profesional, tuntutan tugas, hubungan interpersonal, interaksi dan gaji/upah (Stamps, 1997:37). Berikut ini penjabaran tentang faktor intrinsik kerja:

1. Otonomi
Otonomi adalah kebebasan untuk memilih tindakan tanpa kendali dari luar. Otonomi merupakan salah satu komponen yang penting dari disiplin profesional yaitu penetapan mekanisme untuk pengaturan sendiri dan penyelenggaraan mandiri (Susilowati, 2002). Definisi lain mengatakan bahwa autonomy merupakan kebebasan seseorang dalam melakukan tindakan yang akan dilakukan dan kemampuan dalam mengatasi masalah yang ada. Dalam dunia pekerjaan autonomy diartikan sebagai kondisi pekerjaan seseorang yang dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja (Gindaba, 1997).

Penelitian yang dilakukan Eisenstat dan Afelner pada 168 pekerja, bahwa kebebasan dalam bekerja dan kontrol terhadap pekerjaan yang baik membuat seseorang mempunyai perencanaan ke depan dan kepuasan kerja jadi tambah meningkat.

2. Status profesional
Status profesional adalah perasaan perawat secara umum dalam meningkatkan keterampilan profesional, kegunaan pekerjaan, status pekerjaan dan harga diri terhadap profesi keperawatan (Ghale, 1998). Menurut Maslow dan Herzberg mengatakan bahwa meningkatnya harga diri atau status individu akan meningkatkan kebutuhan psikologis sehingga kepuasan menjadi meningkat.

3. Tuntutan tugas
Menurut Slavitt tuntutan tugas adalah tugas yang harus dilakukan sesuai dengan pekerjaan dan kemampuan yang merupakan tanggung jawab dan kewajibannya atau segala macam tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan sebagai bagian reguler dari pekerjaan (Iskandar, 2001).

Timulty mengatakan bahwa rendahnya kemampuan dalam mengelola tugas yang diberikan akan berdampak pada ketidakpuasan. Penyebabnya karena tidak mampu mengatur waktu dengan baik sehingga waktu untuk ke pasien berkurang dan kurangnya waktu untuk berdiskusi tentang permasalahan manajemen dengan manajer perawat (Fletcher, 2001).

4. Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal adalah kebutuhan akan kerjasama secara timbal balik antara perawat dengan atasan, teman sekerja, tim kesehatan lain dan pasien. Makin baik hubungan interpersonal seseorang maka makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya dan makin cermat mempersepsikan tentang orang lain dan diri sendiri, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung antara komunikan (Rakhmat, 2000:120).

Menurut Arnold P. Goldstein (1975), ada 3 (tiga) prinsip metode peningkatan hubungan yaitu: makin baik hubungan interpersonal maka: a) makin terbuka seseorang mengungkapkan perasaannya, b) makin cenderung ia meneliti perasaannya secara mendalam beserta penolongnya (perawat), dan c) makin cenderung ia mendengar dengan penuh perhatian dan bertindak atas nasihat yang diberikan penolongnya.

5. Interaksi
Interaksi adalah kesempatan dan kemampuan individu dalam melakukan percakapan baik formal maupun informal selama bekerja. Interaksi diperlukan untuk selalu melakukan tindakan dengan benar. Interaksi yang dilakukan dengan benar dapat: a) menurunkan konflik antara tenaga kesehatan, b) meningkatkan partisipasi, dan c) meningkatkan ketrampilan.

6. Gaji/Upah
Upah adalah pembayaran dalam bentuk barang atau uang dan keuntungan-keuntungan yang diterima oleh individu karena telah bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Upah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang



Daftar Pustaka

1. Fletcher, C.E. (2001). Hospital RN’s job satisfactions and dissatisfactions. Journal of nursing administration, 2001, 31 (6), 324-331.
2. Gillies, D.A. (1994). Nursing management: a systems approach. Third edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company.
3. Rakhmat, J. (2000). Psikologi komunikasi. Cetakan kelimabelas. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
4. Stamps, P.L. (1997). Nurses and work satisfaction: an index for measurement. Second edition. Chicago: Health Administration Press.

Leave a Reply