Bolehkah kita cemburu dengan Perawat Philipina ???

Ada sekitar 15.000 perawat Philipina akan masuk bekerja di Amerika Serikat di tahun 2006 (Kuwait sedang cari 10 Indo nurses for NCLEX nihh … susahnya setengah ampun). bahkan mereka masuk bekerja di Negara-negara seperti Libya, Bahrain, Israel, Arika Selatan, Mesir, dsb. (Mungkin tidak ada Negara di dunia yang tidak ada Perawat Philipinanya yah???)



Remitance mereka mencapai 14% dari APBN Negara-nya mencapai U$ 25 billion pertahun. Waw ….. Bahkan anggota DPRnya sampai turun tangan menangani penempatan perawat, Presiden membuat Mahkamah Keperawatan setingkat Lembaga Tinggi Negara, dsb, dsbnya.



15,000 Pinoy nurses sought US jobs in 2006



More than 15,000 new Filipino nurses sought employment in the United States last year, former senator and labor leader Ernesto Herrera disclosed over the weekend. Herrera said a total of 15,171 Filipinos took the US National Council Licensure Examination (NCLEX) for nurses for the first time (excluding repeaters) from January to December 2006.



This represents an increase of 5,990 or 65 percent compared to the 9,181 Filipinos that took the NCLEX for the first time in the whole of 2005, according to Herrera, secretary-general of the Trade Union Congress of the Philippines (TUCP). The former senator said the 2006 NCLEX statistics reaffirmed the Philippines’ position as the foremost supplier of foreign nurses in the US.


He said the Philippines easily topped the five countries with the highest number of first-time NCLEX examinees in 2006. India came second, with 4,395 examinees; followed by South Korea, 2,145; Canada, 943; and Cuba, 537.



Passing the NCLEX is usually the final step in the nurse licensure process in the US. Thus, the number of people taking the examination is a good indicator of how many new US-educated as well as foreign-trained nurses are trying to enter the profession in the US, according to the US National Council of State Boards of Nursing.



The TUCP has been pushing the deployment of surplus nurses and other highly skilled workers to lucrative job markets abroad.“Our position is, if we must boldly pursue the export of services, we might as well purposely encourage the deployment of highly skilled laborers such as nurses,” said Herrera, former chairman of the Senate labor and employment committee.



“Nursing skills are not readily replaceable. This is why we seldom come across cases of employers taking advantage of, or abusing nurses. In fact, Filipino nurses overseas are pampered by their employers,” he said.He added: “We must consciously discourage the overseas deployment of relatively unskilled workers such as domestic helpers. Their skills are easily replaceable. This is why they are undeniably far more susceptible to employer abuse.”



Herrera earlier rejected proposed new legislation that seeks to require nurses who obtained government-subsidized schooling to render two years of compulsory local service before they can leave for overseas employment.

Continue reading Bolehkah kita cemburu dengan Perawat Philipina ???

MOTIVASI

Oleh : Mustikasari, SKp., MARS
Blog : .:. Phsyciatric Nursing Weblog .:.


Pengertian

Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. (Stoner& Freeman, 1995:134) Motivasi menurut Ngalim Purwanto (2000:60) adalah bahwa motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan terutama dalam berperilaku (Sbortell & Kaluzny, 1994:59)

Dari berbagai macam definisi motivasi, Stanford (1970), ada tiga point penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebituhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi (Luthans, 1988:184).

Motivasi intrinsik kerja perawat adalah respons perawat yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan membuat kehidupan pasien menjadi berbeda. (Fletcher, 2001:9). Menurut Herzberg bahwa faktor intrinsik kerja meliputi: otonomi, status profesional, tuntutan tugas, hubungan interpersonal, interaksi dan gaji/upah (Stamps, 1997:37). Berikut ini penjabaran tentang faktor intrinsik kerja:

1. Otonomi
Otonomi adalah kebebasan untuk memilih tindakan tanpa kendali dari luar. Otonomi merupakan salah satu komponen yang penting dari disiplin profesional yaitu penetapan mekanisme untuk pengaturan sendiri dan penyelenggaraan mandiri (Susilowati, 2002). Definisi lain mengatakan bahwa autonomy merupakan kebebasan seseorang dalam melakukan tindakan yang akan dilakukan dan kemampuan dalam mengatasi masalah yang ada. Dalam dunia pekerjaan autonomy diartikan sebagai kondisi pekerjaan seseorang yang dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja (Gindaba, 1997).

Penelitian yang dilakukan Eisenstat dan Afelner pada 168 pekerja, bahwa kebebasan dalam bekerja dan kontrol terhadap pekerjaan yang baik membuat seseorang mempunyai perencanaan ke depan dan kepuasan kerja jadi tambah meningkat.

2. Status profesional
Status profesional adalah perasaan perawat secara umum dalam meningkatkan keterampilan profesional, kegunaan pekerjaan, status pekerjaan dan harga diri terhadap profesi keperawatan (Ghale, 1998). Menurut Maslow dan Herzberg mengatakan bahwa meningkatnya harga diri atau status individu akan meningkatkan kebutuhan psikologis sehingga kepuasan menjadi meningkat.

3. Tuntutan tugas
Menurut Slavitt tuntutan tugas adalah tugas yang harus dilakukan sesuai dengan pekerjaan dan kemampuan yang merupakan tanggung jawab dan kewajibannya atau segala macam tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan sebagai bagian reguler dari pekerjaan (Iskandar, 2001).

Timulty mengatakan bahwa rendahnya kemampuan dalam mengelola tugas yang diberikan akan berdampak pada ketidakpuasan. Penyebabnya karena tidak mampu mengatur waktu dengan baik sehingga waktu untuk ke pasien berkurang dan kurangnya waktu untuk berdiskusi tentang permasalahan manajemen dengan manajer perawat (Fletcher, 2001).

4. Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal adalah kebutuhan akan kerjasama secara timbal balik antara perawat dengan atasan, teman sekerja, tim kesehatan lain dan pasien. Makin baik hubungan interpersonal seseorang maka makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya dan makin cermat mempersepsikan tentang orang lain dan diri sendiri, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung antara komunikan (Rakhmat, 2000:120).

Menurut Arnold P. Goldstein (1975), ada 3 (tiga) prinsip metode peningkatan hubungan yaitu: makin baik hubungan interpersonal maka: a) makin terbuka seseorang mengungkapkan perasaannya, b) makin cenderung ia meneliti perasaannya secara mendalam beserta penolongnya (perawat), dan c) makin cenderung ia mendengar dengan penuh perhatian dan bertindak atas nasihat yang diberikan penolongnya.

5. Interaksi
Interaksi adalah kesempatan dan kemampuan individu dalam melakukan percakapan baik formal maupun informal selama bekerja. Interaksi diperlukan untuk selalu melakukan tindakan dengan benar. Interaksi yang dilakukan dengan benar dapat: a) menurunkan konflik antara tenaga kesehatan, b) meningkatkan partisipasi, dan c) meningkatkan ketrampilan.

6. Gaji/Upah
Upah adalah pembayaran dalam bentuk barang atau uang dan keuntungan-keuntungan yang diterima oleh individu karena telah bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Upah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang



Daftar Pustaka

1. Fletcher, C.E. (2001). Hospital RN’s job satisfactions and dissatisfactions. Journal of nursing administration, 2001, 31 (6), 324-331.
2. Gillies, D.A. (1994). Nursing management: a systems approach. Third edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company.
3. Rakhmat, J. (2000). Psikologi komunikasi. Cetakan kelimabelas. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
4. Stamps, P.L. (1997). Nurses and work satisfaction: an index for measurement. Second edition. Chicago: Health Administration Press.

Jadi Perawat?… Ogah..ah!!!!

Oleh :
Siswanto M. Muhammad
(Ketua Umum INNA-Kuwait)

Ada suatu fenomena yang menarik dalam “Ruang Keperawatan Indonesia”, Judul diatas adalah sebuah jawaban yang sering akan kita dapatkan ketika pertanyaan itu akan kita tanyakan kepada masyarakat secara umum.

Mereka akan dengan bangganya menyampaikan jawaban : “YA” ketika mereka di beri tawaran untuk melanjutkan study pada peminatan yang masih di anggap berada pada level yang tinggi di kalangan masayarakat Indonesia seperti : (ekonomi, tekhnik, hukum, kedokteran dsb). Tapi mereka akan mereka akan dengan cepat mengelengkan kepala dengan jawaban ?GAH-AH”ketika mereka di Tanya tentang kesempatan untuk melanjutkan di peminatan “KEPERAWATAN".

Hal ini terjadi karena adanya suatu pemahaman yang salah dan keliru tentang “Perawat dan Keperawatan”di lingkup masyarakat Indonesia secara umum sehingga mengakibatkan perilaku tidak tertarik untuk menekuni apalagi memilih profesi perawat.

Yang lebih menarik lagi, ketika seorang mahasiswa keperawatan telah memulai suatu proses pembelajaran, ada perasaan penyesalan “Terbersit”dalam hati mereka karena persepsi yang salah tentang profesi “Perawat”itu sendiri. Persepsi keliru itu terjadi karena kesalan informasi yang mereka terima dan kenyataan di lapangan .

Menyesalkah mereka telah memilih Perawat sebagai profesi mereka??? Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepada mereka maka dengan tersipu malu mereka akan memberikan jawab : “YA”saya menyesal……..

Mengapa??????

Tentu karena ada suatu kesenjangan antara harapan dan kenyataan awal yang mereka dapatkan, padahal itu semua terjadi karena misinterprestasi terhadap “Profesi perawat” yang akan mereka jalani.

Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan Negara-negara yang secara umum masyarakatnya sudah memahami benar dan tahu persis apa dan bagaimana serta kesempatan apa saja yang akan mereka dapatkan kalau menjadi “Perawat” seperti : Philipines, India, dsb.

Continue reading Jadi Perawat?… Ogah..ah!!!!

Caring-Learning-Sharing-Keperawatan-Perawat