Bagaimana Sarjana Keperawatan Kelak ????

Pembangunan bangsa adalah membangun manusianya, membangun manusia bukan hanya membangun raganya tapi juga jiwanya. Salah satu aspek yang ikut dibangun dalam pembangunan bangsa adalah pembangunan kesehatan, dan salah satu sub sistemnya adalah adalah keperawatan.

Kalau keperawatan dipandang sebagai suatu subsistem dari pembangunan kesehatan maka keperawatan harus ditempatkan pada suatu posisi yang sama dan sejajar dengan bidang lainnya, karena sedikit banyaknya pasti akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini, dan ini TIDAK PERLU DISANGKAL LAGI. Ada beberapa hal yang dapat kita tilik dari sisi awam tentang bagaimana peran perawat dan keperawatan seperti halnya dalam  pelayanan kesehatan dirumah sakit, puskesmas, klinik-klinik swasta dan lain sebagainya yang sebenarnya menunjukkan peran perawat terhadap pembangunan bangsa, dan membuktikan bahwa kerja tim kesehatan itu ada dan saling ketergantungan satu sama lainnya. Continue reading Bagaimana Sarjana Keperawatan Kelak ????

PENGELOLAAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN

Pendidikan Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan perawat peofesional. Proses  pendidikan ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu   tahap akademik dan professional untuk dapat menyiapkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan ilmu dan tekhnologi keperawatan. Menggunakan metodologi keperawatan dan berlandaskan etika keperawatan. Kemampuan ini hanya dapat ditumbuhkan melalui proses pembelajaran yang komprehensif. Continue reading PENGELOLAAN LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN

COMPARATIVE STUDY OF BEHAVIOUR SOCIETY AND ENVIRONMENT CONDITION AT DENGUE HAEMORRHARGIC FEVER OCCURRENCE IN OUTBREAK AREA WITH THE NON OUTBREAK AREA IN SURABAYA

Dengue Haemorrhargic Fever is one of contagious diseases caused by Dengue virus. One of the failure to control Dengue Haemorrhargic Fever in the world are lack of knowledge, attitude and practice of society so that from year to year often emerge as outbreak. This Research aimed to know the different of behaviour society and environment condition at Dengue Haemorrhargic Fever occurrence.

Design used in this research was cross sectional study that was conducted in Kejawanputih and Keputih village. The population was housewife who life in that village. Randomized design was used to take the sample. Total sample was 100 respondents, taken according to inclusion criteria. The independent variables were knowledge, attitude and practice about Dengue Haemorhargic Fever. Dependent variables were outbreak and non outbreak area. Data were collected using structured questionnaire and observation. Data then analyzed using Chi-square with level of significance of 0,05.

            Result showed that there is a different of knowledge in outbreak and non outbreak area. Attitude, practice and environment condition didn’t show any significance different between outbreak and non outbreak area.

            The result of this study has enlightened the importance of behavioural and environment factors in Dengue Haemorrhargic Fever occurrence. Maintain a good environment and behaviour needs to eliminate this disease.

Caring-Learning-Sharing-Keperawatan-Perawat