Peluang Pekerjaan Sampingan
Powered by MaxBlogPress 

Posts Tagged ‘keperawatan’

Nursing and Midwifery Education in the Twenty-first Century

From: whqlibdoc.who.int/searo/2000/SEA_Nurs_428.pdf


Nursing and Midwifery Education in 21 Century

Be the first to comment - What do you think?  Posted by indonesian nurse - June 3, 2011 at 6:59 pm

Categories: English   Tags: , ,

US Care Giver (Adults Forest Home care)

US Care Giver (Adults Forest home Care/AFHMI)
TYPE : OPEN POSITION, SEGERA
PERSYARATAN :
1. D3/S1 Keperawatan, physiotherapy, SPK
2. Kemampuan bahasa: Diutamakan kemampuan bahasa Inggris baik menulis, mendengar dan berbicara.
VISA : Working Visa
PERIODE : 3 tahun, dapat diperpanjang 1 kali
GAJI : Rp 20.000.000,00 – Rp. 30.000.000,00/bulan (tergantung user, kenaikan tergantung user)
JOB DESC :
1. Membantu dalam berjalan (orang tua atau “disable” person)
2. Menyiapkan makanan, mengingatkan untuk schedule ke dokter, mengingatkan meminum obat
3. 3. Membuat “daily record”
4. Mengatur pertemuan dengan pihak-pihak yang diperlukan (dokter, etc)
5. Membuat “immediate reminder”
6. Etc.

PROSES :
1. Pengisian aplikasi form H2-B visa (working visa) dilengkapi fotokopi passport, ktp). Form akan saya kirimkan menyusul
2. Form yang telah diisi dan kopi passport, KTP dikirimkan ke rsawitri70@gmail.com untuk selanjutnya akan diteruskan ke PT. KETS selaku Training Services di Indonesia (tandatangan dibutuhkan di form aplikasi)
Note: Karena posisi ini dibutuhkan cepat maka form harap dikembalikan paling lambat pada minggu ketiga Januari 2011
3. Mengirimkan kelengkapan dokumen lainnya seperti ijazah, transkip nilai, SIP (jika perawat)
4. Jika 1 dan 3 sudah dikirim. PT. KETS akan mereview dan berkomunikasi dengan pihak agency USA untuk melihat posisi yang tepat (khusus untuk non perawat)
5. Informasi ini akan disampaikan ke calon pekerja melalui email atau telepon langsung
6. Tes awal (Bahasa Inggris, Keperawatan, Kesehatan) dilaksanakan di PT. KETS Jakarta, schedule akan diatur dan diinformasikan kemudian. Untuk calon peserta luar daerah, interview bisa dilakukan melalui telepon, skype atau YM.
7. Biaya pengurusan H2-B sebesar Rp. 12.500.000,00 dibayarkan 2 tahap (tahap 1 segera setelah dokumen diberikan ke KETS sebesar Rp. 10.000.000,00 dan tahap 2 satu bulan setelah pembayaran tahap 1) (bisa sistem potong gaji)
8. Dokumen dan biaya akan dikirimkan ke agency USA untuk pengurusan working visa (pengurusan working visa sekitar 1- 2 bulan )
9. Paralel no. 4, dilakukan Pre Training caregiver dan bahasa inggris (IELTS) selama 2-3 bulan
10. Working Visa selesai (setelah proses interview pihak imigrasi), dan Pre Training selesai
11. Keberangkatan ke USA
12. Training Care Giver sekitar 1 bulan (tergantung kemampuan siswa) di USA
13. Bekerja
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami melalui email rsawitri70@gmail.com atau contact person no: 021-99735359/087882456788
Nama/Perusahaan: Kaymos Education an Training Services
Alamat: Jl. Matraman Raya 148 Perkantoran Mitra Matraman Blok A1/22, Matraman, Jakarta Timur
No Telp/HP: 2199735359

Be the first to comment - What do you think?  Posted by indonesian nurse - March 21, 2011 at 11:03 pm

Categories: Indonesian Nurses Vacancies   Tags: ,

Pengembangan Metode Manajemen Risiko Di Bidang Keperawatan

Pengembangan Metode Manajemen Risiko Di Bidang Keperawatan
By Dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, PhD
Abstrak
Pendahuluan. Nursing error merupakan salah isu penting dalam pembahasan error dalam pelayanan klinis yang perlu dicegah melalui penerapan manajemen risiko. Risiko dalam pelayanan harus diidentifikasi pada setiap tahapan kontinuum pelayanan klinis mulai dari admission sampai dengan discharge bahkan sampai pasien dirawat di rumah.
Metoda. Kajian terhadap lima tahapan manajemen risiko yang diawali dengan menetapkan lingkup manajemen risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan menentukan terapi terhadap risiko untuk diterapkan dalam pencegahan error dalam pelayanan keperawatan baik di pelayanan dasar maupun pelayanan rujukan.
Hasil dan pembahasan. Penerapan lima tahapan manajemen risiko harus mempertimbangkan lokasi manajemen risiko tersebut diterapkan. Risiko yang ada pada pelayanan dasar tentunya berbeda dengan risiko pada pelayanan rujukan, demikian juga sarana pelayanan yang menggunakan tehnologi sederhana dibandingkan dengan yang menggunakan tehnologi canggih. Pada sarana pelayanan rujukan, implementasi manajemen risiko di ruang IGD, tentunya akan berbeda dengan pelayanan rawat jalan, di ruang rawat inap, maupun di ruang bedah, ataupun ruang intensif. Karakteristik dari fungsi perawat di tempat pelayanan akan menentukan bagaimana pelaksanaan tiap tahapan dari manajemen risiko, mulai dari identifikasi risiko, analisis risiko baik dengan root cause analysis maupun failure mode and effect analysis sampai dengan terapi terhadap risiko, mitigasi risiko, maupun upaya pencegahan terhadap risiko.
Kesimpulan dan saran. Implementasi manajemen risiko pada pelayanan keperawatan perlu memperhatikan fungsi atau peran perawat pada tiap?tiap unit pelayanan baik pelayanan dasar maupun pelayanan rujukan. Identifikasi risiko pada tiap unit pelayanan merupakan dasar pada langkah?langkah selanjutnya dari manajemen risiko. Perawat disarankan benar?benar memahami fungsi di tiap unit pelayanan dan mampu mengidentifikasi risiko yang ada di unit kerjanya dalam menjalangkan fungsi pelayanan keperawatan
Source

Be the first to comment - What do you think?  Posted by indonesian nurse - at 6:30 pm

Categories: Bahasa Indonesia   Tags: , ,

« Previous PageNext Page »