Tag Archives: RETENSI SDM KESEHATAN

Factors influencing the intention of Indonesian nursing students to work in rural areas

  1. Amanatul Firdaus1
  2. Ferry Efendi1,2
  3. Setho Hadisuyatmana1,2
  4. Gading Ekapuja Aurizki1 and
  5. Khatijah Lim Abdullah3

Author affiliations

Abstract

The aim of this study was to analyse the factors associated with the intention of Indonesian nursing students to work in rural areas. This was a cross-sectional study. The instrument used was a self-developed questionnaire consisting of 13 questions. The data were analysed using the ?2statistics test and binary logistic regression with a level of significance <0.05. The study was conducted at a public nursing school located in urban Surabaya, East Java, Indonesia, in December 2017. A total of 714 nursing students from four different programmes were involved. This study found that almost 60% of nursing students were reluctant to work in rural areas. Of the three variables which were significant in the ?2 analysis, only two were significant following the logistic regression test, namely the class programmes of undergraduate regulars (OR=2.274; 95% CI 1.326 to 3.900), profession regulars (OR=2.262; 95% CI 1.110 to 4.607) and rural place of origin (OR=1.405; 95% CI 1.036 to 1.906). The education programme and place of origin were associated with the intention of nursing students to work in rural areas. Therefore, the recruitment of prospective nurses should consider these factors by considering the local context.

RETENSI SDM KESEHATAN

Get Les Mckeown’s (2010) mendefinisikan retensi sebagai usaha sistematis oleh majikan untuk menciptakan dan mendorong lingkungan yang membuat pekerja tetap bertahan di tempat mereka sekarang. Issue retensi tidak hanya menjadi permasalahan di negara berkembang, tetapi juga menjadi issue besar di negara-negara maju. Mempertahankan staf terbaik untuk bertahan dalam suatu organisasi maupun daerah menjadi permasalahan yang pelik. Permasalahan ini menjadi semakin kompleks khususnya di Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan retensi serta ketersediaan tenaga kesehatan di DTPK dan daerah lain yang kekurangan tenaga kesehatan. Langkah tersebut diantaranya dengan memberikan insentif dan memperpendek masa bakti di daerah tersebut.
Retensi bisa berakar dari faktor personal ataupun lingkungan kerja itu sendiri. Intervensi dapat dimulai dari tingkat makro atau sistem kesehatan, seperti misalnya perencanaan dan kebijakan SDM kesehatan, wajib kerja, pendidikan dan latihan serta kesepakatan yang mengikat. Intervensi juga bisa dimulai pada tingkat mikro, seperti misalnya meningkatkan kepuasan kerja dengan memperbaiki kondisi kerja, memberikan insentif dan pengembangan karier.