Tag Archives: riskesdas

Data Besar Kesehatan

Mungkin sudah banyak yang tahu terkait data besar kesehatan yang dimiliki oleh negara kita. Ada yang berbayar, ada pula yang gratis. Berikut ini beberapa data besar kesehatan:
1. Riskesdas; Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah survey pengumpulan data dasar kesehatan berbasis komunitas (community based) yang dilakukan oleh badan litbangkes. Data Riskesdas sangat kaya dan terdiri dari lebih dari ratusan variabel. Data ini bisa diminta secara gratis ke badan litbangkes. Keterakilan data ini juga cukup luas sampai tingkat kabupaten. Berikut contoh laporan Riskesdas tahun 2013

  1. Rifaskes; Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) pertama kali dilakukan pada tahun 2011. Riset Fasilitas Kesehatan merupakan salah satu penelitian yang dikembangkan atas dasar prinsip Client Oriented Research Activity (CORA), sehingga pada tahap persiapan dilakukan identifikasi dari kebutuhan mitra terkait yang terdiri dari unit utama Kementerian Kesehatan, Organisasi profesi, organisasi terkait, dan pakar dibidang pelayanan kesehatan.Wakil-wakil dari Unit Utama Kementerian Kesehatan antara lain dari Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan Pusat Promosi Kesehatan, Dari kalangan praktisi dan organisasi profesi, telah menyumbangsaran pula wakil-wakil dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Peratuan Perawat Nasional Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Daerah, Persatuan Rumah Sakit Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia, Persatuan Rekam Medik Indonesia, PATELKI, ILKI, PORMIKI dan sebagainya. Para pakar yang pernah turut menyampaikan buah pikirnya antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin. Info lebih lanjut tentang Risfaskes disini http://www.rifaskes.litbang.depkes.go.id/

3. SDKI; Survey Demografi Kesehatan Indonesia ini dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Macro Internasional.Survei terakhir tahun 2012 menunjukkan data yang mengejutkan terkait AKI di Indonesia, data ini juga bisa didapatkan dengan gratis ke badan litbangkes, info ebih lanjut disini http://www.bps.go.id/aboutus.php?info=70

  1. Susenas; Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), data ini sangat bagus jika Anda ingin meneliti terkait social determinant health (SDH), data juga mencakup hingga kabupaten. Data ini berbayar dan Anda bisa mendapatkan di BPS, Info lebih lanjut disini http://www.rand.org/labor/bps/susenas.html
  2. IFLS (Indonesian Family Life Survey)
    Survey ini adalah survey longitudinal Indonesia dan mewakili 83% populasi Indonesia (30.000 individu di 13 propinsi di Indonesia). Info lebih lengkap disini http://www.rand.org/labor/FLS/IFLS.html

 

  1. Portal Data Indonesia

portal ini memiliki 1022 dataset dari 31 instansi di Indonesia, tergantung Anda sendiri mau menggunakan data yang mana, alamatnya disini http://data.go.id/

Data besar kesehatan global bisa didapatkan disini

1. Global school-based student health survey (GSHS)

Survei kesehatan pelajar berbasis sekolah global ini sudah banyak dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia. Anda bisa mengaksesnya disini http://www.who.int/chp/gshs/en/

2. Global Health Observatory (GHO) data

Data ini lebih kompleks karena langsung dikompilasi oleh WHO dari berbagai belahan dunia. Apa saja datanya, lihat sendiri disini, http://apps.who.int/gho/data/?theme=home

Data besar bidang kesehatan sebenarnya sangatlah banyak berserakan di dunia maya, kita sambung di kesempatan berikutnya, dah capek nulis 🙂

RISET KESEHATAN DASAR 2010 / Riskesdas

Yang kesulitan mendownload riskesdas 2010 dari website RISKESDAS , bisa mendownload DISINI
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan Riset Kesehatan berbasis komunitas berskala nasional sampai tingkat kabupaten/kota. Riskesdas ini dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI. Riskesdas direncanakan akan dilaksanakan secara periodik, dengan tujuan untuk melakukan evaluasi pencapaian program pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai bahan untuk perencanaan pembangunan kesehatan.
Pada tahun 2007 Badan Litbangkes telah melakukan Riskesdas pertama, meliputi semua indikator kesehatan utama, yaitu status kesehatan (penyebab kematian, angka kesakitan, angka kecelakaan, angka disabilitas, dan status gizi), kesehatan lingkungan (lingkungan fisik), konsumsi rumahtangga, pengetahuan-sikap-perilaku kesehatan (Flu Burung, HIV/AIDS, perilaku higienis, penggunaan tembakau, minum alkohol, aktivitas fisik, perilaku konsumsi makanan) dan berbagai aspek mengenai pelayanan kesehatan (akses, cakupan, mutu layananan, pembiayaan kesehatan). Telah dikumpulkan pula sekitar 33.000 sampel serum, bekuan darah, dan sediaan apus, untuk test-test lanjutan di laboratorium Badan Litbangkes.
Hasil Riskesdas 2007 telah dimanfaatkan oleh penyelenggara program, terutama di jajaran Kementerian Kesehatan; dan Bappenas, untuk evaluasi program pembangunan kesehatan termasuk pengembangan rencana kebijakan pembangunan kesehatan jangka menengah (RPJMN 2010-2014), dan oleh beberapa kabupaten/kota dalam merencanakan, mengalokasikan anggaran, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi program-program kesehatan berbasis bukti (evidence-based planning). Komposit beberapa indikator Riskesdas 2007 juga telah digunakan sebagai model Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Indonesia untuk melihat peringkat Kabupaten/Kota.
Riskesdas 2010 bertepatan dengan tahun akan dilaksanakannya pertemuan puncak tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk mengevaluasi pencapaian deklarasi Millenium Development Goals (MDGs) dari 189 negara termasuk Indonesia. Pada deklarasi tersebut disepakati 8 tujuan untuk mencapai MDGs di tahun 2015 yaitu: memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai universal primary education, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis, memastikan lingkungan yang kesinambungan, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam rangka mendukung pertemuan tersebut dan mendapatkan data kesehatan terkini yang faktual, Riskesdas 2010 difokuskan pada indikator-indikator pencapaian MDGs dan data pendukung lainnya.
Riskesdas 2010 merupakan Riskesdas Millenium Development Goals (MDGs) dengan representasi tingkat provinsi di seluruh Indonesia yang berbasis masyarakat. Riskesdas 2010 akan memberikan informasi khusus mengenai pencapaian MDGs kesehatan sesuai komitmen upaya kesehatan tingkat global dan nasional. Selain itu, juga sebagai sarana untuk mengevaluasi perkembangan beberapa status kesehatan masyarakat Indonesia di tingkat nasional dan provinsi, perubahan masalah kesehatan di tingkat nasional dan provinsi, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan di tingkat nasional dan provinsi dalam tiga tahun terakhir.
Beberapa indikator MDGs kesehatan yang akan dikumpulkan melalui Riskesdas 2010 adalah status gizi balita dan konsumsi (memberantas kelaparan), status kesehatan ibu dan anak (menurunkan kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu), prevalensi malaria dan tuberkulosis (menurunkan angka kesakitan), akses sumber air minum yang aman dan fasilitas sanitasi dasar. Data tersebut akan dikumpulkan seperti pada Riskesdas 2007 yaitu melalui wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan laboratorium untuk kepastian penyakit malaria dan tuberkulosis yang dilakukan di lapangan (darah malaria) dan Laboratorium Puskesmas yang direkomendasi (dahak tuberkulosis). Beberapa indikator MDGs kesehatan lainnya yaitu prevalensi HIV/AIDS dan angka kematian anak tidak dapat dikumpulkan melalui Riskesdas 2010 karena memerlukan penelitian khusus atau didapat dari sumber data lain.
Finalisasi kuesioner pada bulan Maret 2010, selanjutnya dilakukan Master of Trainner (MOT) pada bulan April. Rencana pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Mei – Juni 2010 di 441 kabupaten/kota di Indonesia.
Sumber : http://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/2010/