Tag Archives: tenaga kesehatan

JUMLAH TENAGA KESEHATAN

Mengapa jumlah menentukan? Banyaknya tenaga kesehatan secara tidak langsung berpengaruh terhadap derajat pembangunan suatu bangsa. Logikanya semakin banyak tenaga kesehatan yang tersedia dalam suatu wilayah, maka otomatis akan berpengaruh terhadap akses, biaya dan kualitas layanan kesehatan. Ketiga dimensi tersebut awal mulanya digunakan untuk mengkaji kinerja sistem kesehatan ataupun pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Kembali ke dimensi jumlah, jumlah personel kesehatan akan memberikan dampak yang besar bagi akses pengguna layanan kesehatan. Dengan banyaknya tenaga kesehatan maka terdapat banyak pilihan yang tersedia sehingga konsumen bisa memilih jenis layanan kesehatan yang diperlukan. Aksesibilitas pengguna juga akan membaik baik dari segi jarak maupun waktu tempuh. Demikian pula utilitas layanan kesehatan diharapkan juga meningkat dengan tersedianya berbagai pilihan tersebut. Dimensi yang kedua adalah kualitas, dengan banyaknya provider atau tenaga kesehatan di masyarakat, tentunya para provider tersebut berusaha menarik calon konsumen dengan berbagai cara utamanya adalah memberikan layanan yang terbaik. Layanan tersebut setidaknya dilandasi oleh jaminan kualitas yang standard atau di atasnya, sehingga dalam hal ini user akan lebih diuntungkan. Dimensi selanjutnya adalah biaya, banyaknya tenaga kesehatan yang berpraktik akan menciptakan kompetisi pasar yang tinggi. Kompetisi inilah yang mendorong strategi pemasaran dalam pasar kesehatan mereka, besar kemungkinan bahwa mereka akan memberikan biaya yang tidak terlalu mahal. Variasi harga dalam suatu pasar akan dicermati oleh konsumen dan tentunya konsumen akan memilih harga yang terjangkau.

REKRUTMEN DAN SELEKSI SDM KESEHATAN

Rekrutmen dan seleksi adalah bagian tak terpisahkan dari manajemen SDM Kesehatan. Melalui inilah, institusi mampu mendapatkan SDM terbaik dan kompeten bagi organisasinya. Oleh sebab itu, desain dari mekanisme rekrutmen harus mampu menarik kandidat terbaik untuk mengisi formasi yang tersedia.
The Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) tahun 2009 memiliki panduan dalam melakukan rekrutmen dan seleksi SDM. Panduan yang terdiri dari 6 tahap ini bertujuan untuk mendapatkan “the right person, in the right place, at the right time”. Proses ini krusial sekali mengingat ketidaktepatan dalam tahap ini akan berkontribusi terhadap mutu atau kinerja institusi juga tingginya pergantian staf.

Monitoring dan Evaluasi Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia (TKKI)

Kementerian Kesehatan melalui BPPSDM Kesehatan melakukan kegiatan penyusunan monev TKKI yang dilakukan di Bandung mulai tanggal 28 November sampai dengan 1 Desember 2011. Selain monev TKKI, pertemuan ini juga membahas tentang International Code of Practice migrasi tenaga kesehatan. Seperti kita ketahui bersama, isu migrasi menjadi isu utama di dunia kesehatan terutama dengan dibukanya kran pengiriman perawat ke Jepang. Adanya global code ini diharapkan bisa memberikan mutual benefit bagi negara pengirim maupun penerima. Output dari pertemuan ini adalah tersusunnya pedoman monev yang bisa digunakan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di luar negeri.